Dakwah Digital, Polarisasi Keagamaan, dan Moderatisme Islam: Temuan Dari Komunitas Media Sosial Umat Muslim di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i3.1965Abstract
Dakwah digital telah mengubah pola komunikasi Islam kontemporer dengan menjadikan media sosial sebagai ruang baru penyebaran pesan, pembentukan otoritas keagamaan, dan negosiasi identitas Muslim. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dakwah digital, polarisasi keagamaan, dan moderatisme Islam dalam komunitas media sosial umat Muslim di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain netnografi atau digital ethnography. Data dikumpulkan melalui observasi digital, dokumentasi konten dakwah, analisis komentar, serta penelusuran interaksi audiens pada platform media sosial yang menampilkan aktivitas dakwah Islam. Data dianalisis melalui thematic analysis dan analisis wacana digital untuk mengidentifikasi pola praktik dakwah, konstruksi otoritas, bentuk polarisasi, dan narasi moderatisme Islam. Temuan menunjukkan bahwa dakwah digital berkembang secara partisipatoris melalui produksi konten kolaboratif, interaksi dua arah, dan pembentukan otoritas berbasis komunitas. Namun, ruang yang sama juga memunculkan polarisasi ideologis, retorika emosional, perbedaan generasi, dan ketegangan antarkomunitas. Moderatisme Islam melalui tawassuth, tasamuh, i‘tidal, tabayyun, qaulan sadida, dan qaulan karima berperan sebagai strategi komunikasi untuk menjaga akurasi, kesantunan, dan inklusivitas dakwah digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital, etika komunikasi Islam, dan tata kelola komunitas daring untuk memperkuat dakwah moderat di ruang media sosial.





