Analisis Penggunaan Tes Diagnostik Three Tier Untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa Kelas IV SD
DOI:
https://doi.org/10.58540/pijar.v4i3.1711Keywords:
Tes Diagnostik Three-Tier, Miskonsepsi, Kebudayaan Indonesia, IPAS, Sekolah DasarAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya miskonsepsi siswa pada materi Kebudayaan Indonesia yang dapat memengaruhi pemahaman konsep dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan tes diagnostik three-tier dalam mengidentifikasi miskonsepsi, mengetahui bentuk miskonsepsi yang paling dominan, serta mengungkap faktor-faktor penyebab terjadinya miskonsepsi pada siswa kelas IV SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes diagnostik three-tier, wawancara guru dan siswa, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes diagnostik three-tier efektif digunakan untuk mendeteksi miskonsepsi siswa karena mampu mengidentifikasi jawaban, alasan, dan tingkat keyakinan siswa secara bersamaan. Bentuk miskonsepsi yang paling dominan adalah miskonsepsi parsial dengan persentase sebesar 29%, yang menunjukkan bahwa siswa mampu menjawab benar tetapi belum memahami alasan konseptual secara utuh. Miskonsepsi siswa dipengaruhi oleh pemahaman yang masih bersifat hafalan, kesalahan menghubungkan konsep budaya, keterbatasan pengalaman budaya, pengaruh lingkungan, serta penggunaan media pembelajaran yang kurang konkret. Dengan demikian, penggunaan tes diagnostik three-tier dapat membantu guru memahami letak miskonsepsi siswa secara lebih mendalam sehingga dapat merancang pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan bermakna.




