Pengembangan Model Pembelajaran Inquiry Training dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa
DOI:
https://doi.org/10.58540/pijar.v4i2.1719Keywords:
Inquiry Training, berpikir kritis, pengembangan model, inovasi pembelajaranAbstract
Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran Inquiry Training dan menguji efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan akan pembelajaran yang mampu menumbuhkan daya nalar, analisis, dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa di era abad 21. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi lima tahap: studi pendahuluan, perancangan model, validasi ahli, uji coba terbatas, dan uji coba lapangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi PGSD di Universitas HKBP Nommensen Pematansiantar. Instrumen penelitian terdiri dari tes keterampilan berpikir kritis, lembar validasi ahli, lembar observasi, dan angket respons mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Inquiry Training yang dikembangkan memenuhi kriteria valid (rata-rata skor validasi = 3,7 dari 4), praktis (respon positif mahasiswa sebesar 84,2%), dan efektif. Hasil uji-t independent sample terhadap skor N-Gain menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (t = 13,79; p < 0,05). Rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,60 (kategori sedang–tinggi), sedangkan kelas kontrol hanya 0,33 (kategori rendah–sedang). Dengan demikian, model Inquiry Training layak diterapkan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa




