Kompetensi Akademik Guru Pak Dalam Berkolaborasi Dengan Orang Tua Membimbing Siswa Kecanduan Game Online (Free Fire, PUBG dan Mobile Legends)

Authors

  • Juis Pahotan Simbolon Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen, Medan, Indonesia
  • Nurliani Siregar Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen, Medan, Indonesia
  • Bangun Munthe Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen, Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58540/pijar.v4i1.1134

Keywords:

Kompetensi akademik, Guru PAK, Kolaborasi, Orang Tua, Kecanduan Game Online

Abstract

Kompetensi Akademik Guru Pendidikan Agama Kristen sangat diperlukan dalam membimbing siswa yang kecanduan game online. Guru PAK bertugas sebagai pendidik, konselor, dan pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi akademik guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam berkolaborasi dengan orang tua membimbing siswa yang mengalami kecanduan game online (Free Fire, PUBG, dan Mobile Legends) di SMA Swasta Nasrani 2 Medan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya intensitas bermain game online pada siswa yang berdampak pada penurunan prestasi belajar, perubahan perilaku sosial, serta melemahnya karakter rohani. Kondisi tersebut menuntut guru PAK untuk menggunakan kompetensi akademiknya secara maksimal, serta membangun kerja sama yang efektif dengan orang tua dalam melakukan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh dengan menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK telah memiliki kompetensi akademik yang baik dalam membimbing siswa, meliputi penguasaan materi ajar, perencanaan pembelajaran kontekstual, kemampuan konseling rohani, serta komunikasi dengan orang tua. Kolaborasi guru dan orang tua diwujudkan melalui pendampingan bersama, pengawasan penggunaan gadget, pemberian motivasi belajar, serta penguatan nilai-nilai iman Kristen. Kendala yang ditemui adalah kurangnya waktu orang tua, minimnya kesadaran siswa terhadap dampak negatif game online, dan keterbatasan program sekolah yang spesifik menangani kecanduan digital. Meskipun demikian, kerja sama yang terjalin terbukti mampu membantu siswa mengurangi intensitas bermain game online, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan karakter yang sesuai dengan ajaran Kristiani.Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi akademik guru PAK yang diintegrasikan dengan kolaborasi bersama orang tua memiliki peran signifikan dalam membimbing siswa agar mampu mengendalikan kecanduan game online serta kembali membangun prestasi dan karakter Kristiani yang baik

Author Biographies

Juis Pahotan Simbolon, Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen, Medan, Indonesia

Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen, Medan, Indonesia

Nurliani Siregar, Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen, Medan, Indonesia

Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen, Medan, Indonesia

Bangun Munthe, Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen, Medan, Indonesia

Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen, Medan, Indonesia

Downloads

Published

21-11-2025

How to Cite

Juis Pahotan Simbolon, Nurliani Siregar, & Bangun Munthe. (2025). Kompetensi Akademik Guru Pak Dalam Berkolaborasi Dengan Orang Tua Membimbing Siswa Kecanduan Game Online (Free Fire, PUBG dan Mobile Legends) . PIJAR: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 4(1), 130–145. https://doi.org/10.58540/pijar.v4i1.1134

Issue

Section

Articles