Pengaruh Hustle Culture Terhadap Work Life Balance Pada Karyawan Tambang Generasi Z di Kecamatan Bengalon

Authors

  • Suci Cahyani Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia
  • Desti Purnamasari Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia
  • Alfiza Fakhriya Haq Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58540/jurpendis.v4i2.1795

Keywords:

Hustle Culture, Work Life Balance, Generasi Z, Karyawan Tambang, Psikologi Industri Dan Organisasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hustle culture terhadap work life balance pada karyawan tambang Generasi Z di Kecamatan Bengalon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sebanyak 325 karyawan tambang Generasi Z berusia 20–28 tahun dipilih sebagai responden melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Hustle culture berdasarkan teori Balkeran dan skala Work life balance berdasarkan Fisher, Bulger, dan Smith yang telah memenuhi kriteria reliabilitas tinggi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hustle culture berpengaruh negatif dan signifikan terhadap work life balance (p < 0,05) dengan kontribusi sebesar 43,8%. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kecenderungan individu mengadopsi hustle culture, maka semakin rendah tingkat work life balance yang dimiliki. Dengan demikian, budaya kerja yang menekankan produktivitas secara berlebihan berpotensi mengganggu keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi karyawan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan budaya kerja yang lebih seimbang guna mendukung kesejahteraan dan kualitas hidup karyawan Generasi Z di sektor pertambangan

References

Annisa, Nur, and R. Karimah. 2020. “Identitas Religius Di Instagram: Studi Ekspresi Muslimah Generasi Z.” Jurnal Komunikasi Islam 10(2):187–205.

Arrobi, M. .. 2021. Otoritas Agama Di Era Media Baru: Pemetaan Isu Dan Tren Kajian.

Asbi, Muhammad, Salsabil Fadilah Firdaus, and Lilik Hamidah. 2025. “Strategi Dan Pendekatan Dakwah Di Era Digital Pada Pemikiran Al Bayanuni.” Jurnal An-Nida 17(1):15–26.

Fauzi, Ahmad, and Nurul Lestari. 2022. “Ulama Dan Influencer: Kompetisi Otoritas Dalam Ruang Digital Islam.” Komunika 14(1):45–62.

Hidayatullah, Rahmat. 2024. “Otoritas Keagamaan Digital : Pembentukan Otoritas Islam Baru Di Ruang Digital.” Ushuluna: Journal Ilmu Ushuluddin 10(2):1–16. doi: 10.15408/ushuluna.v10i02.

Hjarvard, Stig. 2008. “The Mediatization of Religion: A Theory of the Media as Agents of Religious Change.” Northern Lights 6(1):9–26. doi: 10.1386/nl.6.1.9_1.

Hoover, Stewart M. 2006. Religion in the Media Age. London and New York: Routledge.

Knoblauch, Hubert. 2009. Populäre Religion: Auf Dem Weg in Eine Spirituelle Gesellschaft. Frankfurt am Main: Campus Verlag.

Malik, Berry Abdul, and Novia Purnamasari. 2025. “Optimizing Zakat in the Digital Economy : An Islamic Legal Study on Influencer Income.” Journal of Mujaddid Nusantara 2(2):86–98. doi: 10.62568/jomn.v2i2.420.

Marwantika, A. I., and D. M. Rohmatullah. 2022. “Buya Yahya’s Da’wah Message and Crisis Communication Strategy in Responding to the Covid-19 Pandemic.” Jurnal Ilmu Dakwah 42.

Masruha, Masruha, Sofyan Munawar, Fadhli Zulmi, Asnawi Abdullah, and Husaini Husaini. 2025. “Digitization of Fatwas and Religious Authority: A Study on the Role of Social Media in the Interpretation of Islamic Law.” Journal of Mujaddid Nusantara 2(2):99–113. doi: 10.62568/jomn.v2i2.421.

Meliala, Juli Elisabet Mayen br, Albert Albert, Santy Deasy Siregar, and Ermi Girsang. 2023. “Influence of Information and Educational Media in Supporting the Self Management of Diabetes Melitus.” Jurnal Penelitian Pendidikan IPA 9(SpecialIssue):350–55. doi: 10.29303/jppipa.v9ispecialissue.4935.

Moleong, Lexy J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mutohharun Jinan. 2013. “Intervensi New Media Dan Impersonalisasi Otoritas Keagamaan Di Indonesia.” Jurnal Komunikasi Islam 03.

Nurhaida Nadila, and Elfi Yanti Ritonga. 2022. “Strategi Komunikasi Islam Komunitas Muslim Upgrade Dalam Memotivasi Pentingnya Pendidikan Di Kalangan Remaja Desa Denai Sarang Burung Kecamatan Pantai Labu.” Journal of Basic Educational Studies 2(1):85–97. doi: 47467/eduinovasi.v3.i2.3922.

Rachman, Arief, and Theguh Saumantri. 2025. “Transformation of Religious Authority in the Digital Era: A Post-Normal Times Analysis by Ziauddin Sardar on the Phenomenon of Social Media Da’wah.” Jurnal Ilmu Dakwah 45(107–122).

Ratnaningtyas, Endah Marendah, Ramli, Syafruddin, Edi Saputra, Suliwati Desi, Bekty Taufiq Ari Nugroho, Karimuddin, Muhammad Habibullah Aminy, Nanda Saputra, Khaidir, and Adi Susilo Jahja. 2023. Metodologi Penelitian Kualitatif. Sigli Pidie: Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.

Retpitasari, Ellyda, and Silvi Nuryana. 2025. “Membangun Ruang Aman Untuk Remaja Broken Home: Strategi Komunikasi Insan GenRe Kediri Melalui Media Konsultasi Online.” Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi Dan Dakwah Islam 3(1):18–31. doi: 10.30983/al-jamahiria.v3i1.8648.

Rodhi, Nova Nevila. 2020. Metodologi Penelitian. Bandung: CV Media Sains Indonesia.

Stroumsa, Guy G. 2009. The End of Sacrifice: Religious Transformations in Late Antiquity. Chicago: The University of Chicago Press.

Zulaikha, Putri. 2025. “Pengaruh Influencer Keagamaan Terhadap Perubahan Gaya Hidup Religius Generasi Z: Perspektif Al-Qur’an.” Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi 2(6):648–68. doi: 10.71282/jurmie.v2i6.528.

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Suci Cahyani, Desti Purnamasari, & Alfiza Fakhriya Haq. (2026). Pengaruh Hustle Culture Terhadap Work Life Balance Pada Karyawan Tambang Generasi Z di Kecamatan Bengalon. Jurnal Pendidikan Dasar Islam , 4(2), 327–347. https://doi.org/10.58540/jurpendis.v4i2.1795

Issue

Section

Article

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.