Intervensi Dinas Sosial Terhadap Pengemis Anak di Baubau: Tekanan Keluarga dan Orientasi Ekonomi Anak

Authors

  • Irfan M. Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Buton, Baubau 93724, Indonesia
  • Mahyudin Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Buton, Baubau 93724, Indonesia
  • Muh. Askal Basir Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Buton, Baubau 93724, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i3.1955

Keywords:

Dinas Sosial; Intervensi Sosial; Orientasi Ekonomi Anak; Pengemis Anak; Perlindungan Anak

Abstract

Fenomena pengemis anak masih menjadi salah satu permasalahan sosial yang memerlukan perhatian pemerintah daerah karena berkaitan dengan aspek kesejahteraan sosial, perlindungan anak, dan kemiskinan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intervensi Dinas Sosial dalam penanganan pengemis anak di Kota Baubau serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan aktivitas mengemis pada anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak Dinas Sosial Kota Baubau, orang tua anak pengemis, dan anak yang melakukan aktivitas mengemis. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial Kota Baubau telah melakukan berbagai bentuk intervensi melalui penjangkauan, pendataan, rehabilitasi sosial, edukasi keluarga, dan pemberian bantuan sosial. Namun demikian, fenomena pengemis anak masih terus berlangsung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan aktivitas mengemis tidak hanya dipengaruhi oleh tekanan ekonomi keluarga, tetapi juga oleh orientasi ekonomi yang terbentuk pada diri anak setelah memperoleh pendapatan secara langsung dari aktivitas mengemis. Pengalaman memperoleh uang secara mandiri mendorong anak memandang aktivitas mengemis sebagai cara yang efektif untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian anak kembali melakukan aktivitas mengemis meskipun telah memperoleh rehabilitasi dan bantuan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas intervensi sosial dalam penanganan pengemis anak memerlukan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga pada perubahan perilaku anak, penguatan fungsi keluarga, dan pemberdayaan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.  

Downloads

Published

2026-07-14

How to Cite

M., I., Mahyudin, & Basir, M. A. (2026). Intervensi Dinas Sosial Terhadap Pengemis Anak di Baubau: Tekanan Keluarga dan Orientasi Ekonomi Anak. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora , 4(3), 791–811. https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i3.1955

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.