Gambaran Persepsi Maskulinitas Pada Laki-Laki Pengguna Skincare di Kota Medan
DOI:
https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i3.2108Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman hidup laki-laki pengguna skincare dalam memaknai maskulinitas di Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan melibatkan dua orang partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) yang meliputi pembacaan berulang transkrip wawancara, pemberian catatan awal (initial noting), pengembangan tema-tema emergen, pengelompokan tema ke dalam tema utama, serta interpretasi makna pengalaman partisipan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik, member checking, peer debriefing, audit trail, dan refleksivitas peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua partisipan memaknai penggunaan skincare sebagai bentuk perawatan diri yang berkaitan dengan kesehatan kulit, kebersihan diri, dan peningkatan kepercayaan diri. Meskipun keduanya mengalami stigma sosial yang mengaitkan penggunaan skincare dengan karakteristik feminin, mereka tetap mempertahankan praktik tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap diri sendiri tanpa merasa kehilangan identitas maskulin. Temuan ini menggambarkan bagaimana kedua partisipan menginterpretasikan pengalaman mereka dalam menegosiasikan makna maskulinitas di tengah perubahan nilai sosial. Penelitian ini terbatas pada pengalaman subjektif kedua partisipan sehingga temuan tidak dimaksudkan untuk digeneralisasikan kepada seluruh laki-laki pengguna skincare, tetapi memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengalaman maskulinitas dalam konteks penggunaan skincare.





