Studi Terkait Tren Kecantikan Digital di Kalangan Remaja Perempuan Pengguna Tiktok Di Karawang: Peran Self Esteem dan Social Comparison Terhadap Body Image

Authors

  • Putri Nurhayanti Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia
  • Dinda Aisha Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia
  • Devi Marganing Tyas Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i4.2319

Keywords:

Self-Esteem, Social Comparison, Body Image, Tiktok, Remaja Perempuan

Abstract

Perkembangan media sosial berbasis visual, khususnya TikTok, memberikan ruang bagi remaja perempuan untuk mengevaluasi penampilan fisik melalui paparan konten kecantikan dan perbandingan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh self-esteem dan social comparison terhadap body image pada remaja perempuan pengguna TikTok di Kabupaten Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas yang melibatkan 204 responden berusia 17–21 tahun, dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), Physical Appearance Comparison Scale-Revised (PACS-R), dan Body Image Scale, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa self-esteem dan social comparison secara simultan berhubungan secara signifikan dengan body image dengan nilai F hitung sebesar 223,243 dengan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05). Selain itu, nilai R Square sebesar 0,690 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan 69,0% variasi body image, sedangkan sisanya sebesar 31,0% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti, seperti internalisasi standar kecantikan, tekanan teman sebaya, pola pengasuhan keluarga, tingkat literasi digital, serta intensitas penggunaan media sosial. Secara parsial, self-esteem memiliki koefisien regresi positif dan signifikan terhadap body image dengan koefisien regresi sebesar 0,391 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi self-esteem yang dimiliki remaja perempuan, maka semakin tinggi body image yang dimilikinya. Sementara  social comparison berpengaruh positif dan signifikan terhadap body image dengan koefisien regresi sebesar 0,490 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien tersebut lebih besar dibandingkan koefisien self-esteem, sehingga menunjukkan bahwa semakin tinggi social comparison maka semakin tinggi body image pada remaja perempuan. Koefisien terstandarisasi menunjukkan bahwa social comparison memiliki hubungan relatif lebih kuat dengan skor body image dibandingkan self-esteem. Namun, interpretasi arah hubungan bergantung pada pengodean dan makna skor instrumen. Dengan demikian, hubungan positif tersebut tidak secara otomatis menunjukkan citra tubuh yang lebih positif. Desain non-eksperimental membatasi kesimpulan pada hubungan statistik, bukan kausalitas. Selain itu, teknik pengambilan sampel membatasi generalisasi hasil kepada populasi yang lebih luas.

 

Downloads

Published

2026-10-13

How to Cite

Putri Nurhayanti, Dinda Aisha, & Devi Marganing Tyas. (2026). Studi Terkait Tren Kecantikan Digital di Kalangan Remaja Perempuan Pengguna Tiktok Di Karawang: Peran Self Esteem dan Social Comparison Terhadap Body Image . Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora , 4(4), 1536–1551. https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i4.2319

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.