Pelestarian Seni Hadroh Melalui Budaya Sekolah di MA Miftahul Khair Besuk Probolinggo

Authors

  • Siti Noer Fauziah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo, Indonesia
  • Irzak Yuliardy Nugroho Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo, Indonesia
  • Abd.Hannnan Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58540/jipsi.v5i2.2076

Keywords:

Tradisi; Pelestarian Budaya; Seni Hadroh; Budaya Sekolah

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tradisi seni hadroh sebagai bagian dari budaya sekolah serta menganalisis proses pelestariannya di MA Miftahul Khair Besuk Probolinggo. Seni hadroh merupakan warisan musik Islami yang berfungsi sebagai media dakwah, pembinaan spiritual, dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Namun, keberlangsungannya menghadapi tantangan berupa perubahan minat peserta didik terhadap budaya populer modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala madrasah, pembina kegiatan hadroh, guru, dan peserta didik yang terlibat dalam kelompok hadroh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member check, perpanjangan keikutsertaan, dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian seni hadroh dilaksanakan melalui latihan rutin dengan pola pembelajaran antarpeserta didik, yaitu anggota senior membimbing anggota baru dalam penguasaan tabuhan, irama, dan syair selawat. Madrasah memberikan dukungan berupa penyediaan waktu latihan, pembina, tempat kegiatan, serta keterlibatan kelompok hadroh dalam berbagai acara keagamaan dan seremonial sekolah. Regenerasi anggota dilakukan melalui pengenalan kegiatan hadroh kepada peserta didik baru dan perekrutan berdasarkan minat serta kemampuan. Kegiatan hadroh turut membentuk karakter religius, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa percaya diri peserta didik. Meskipun demikian, pelestarian hadroh masih menghadapi keterbatasan jumlah dan kualitas alat musik serta perbedaan kemampuan anggota. Dengan demikian, integrasi seni hadroh ke dalam budaya sekolah menjadi strategi penting dalam menjaga keberlanjutan seni Islam Nusantara sekaligus memperkuat pendidikan karakter peserta didik.

Downloads

Published

2026-07-14

How to Cite

Siti Noer Fauziah, Irzak Yuliardy Nugroho, & Abd.Hannnan. (2026). Pelestarian Seni Hadroh Melalui Budaya Sekolah di MA Miftahul Khair Besuk Probolinggo. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Sosial, 5(2), 713–724. https://doi.org/10.58540/jipsi.v5i2.2076

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.