The Pastor as an Agent of Pancasila Character Formation: A Theological-Historical Study of Biblical Contributions to Indonesia's National Ideology
DOI:
https://doi.org/10.58540/jipsi.v5i1.2086Keywords:
Alkitab, Pancasila, pendeta, pembentukan karakter, remaja Kristen,Abstract
Penelitian ini mengajukan pembalikan paradigma dalam memahami relasi antara Alkitab, Pancasila, dan peran pendeta Kristen dalam pembentukan karakter remaja usia 12 hingga 18 tahun. Berbeda dari asumsi umum bahwa nilai-nilai Pancasila harus 'dimasukkan' ke dalam gereja sebagai agenda negara, artikel ini berargumen bahwa nilai-nilai dasar Pancasila tidak dipaksakan kepada komunitas Kristen Indonesia, melainkan sebagian bersumber dari nilai-nilai Alkitabiah yang telah hidup di dalamnya. Bukti historis dari kontribusi tokoh-tokoh Kristen Indonesia Johannes Leimena, Alexander Andries Maramis, dan Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi dalam perumusan Pancasila mendukung argumen ini. Dengan menggabungkan tinjauan pustaka sistematis dan observasi informan kunci, penelitian ini menemukan bahwa pendeta sesungguhnya sudah memiliki mandat teologis untuk membentuk remaja yang menghidupi nilai-nilai Pancasila melalui praktik penggembalaan yang ada. Tantangannya bukan bersifat programatik melainkan hermeneutis: pendeta perlu menyadari bahwa khotbah, katekisasi, dan pelayanan pemuda mereka secara substansial sudah merupakan pembentukan karakter Pancasila. Reframing ini, yang bersumber dari dalam tradisi Kristen, menawarkan jalur kolaborasi gereja-bangsa yang lebih dipercaya dan berkelanjutan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





