Rekontrusi Budaya Betangas di Desa Tempapan Kuala
DOI:
https://doi.org/10.58540/jipsi.v5i1.2458Keywords:
Betangas, Budaya Lokal, Etnografi, Tradisi Masyarakat, Kabupaten SambasAbstract
Kabupaten Sambas merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Barat yang memiliki keragaman budaya dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu tradisi yang masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Tempapan Kuala adalah betangas, yaitu praktik penguapan tubuh menggunakan ramuan atau bahan-bahan tradisional yang umumnya dilakukan menjelang pernikahan maupun sebagai bagian dari perawatan dan kebersihan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tradisi betangas, makna dan tujuan pelaksanaannya, serta upaya masyarakat dalam mempertahankan tradisi tersebut di tengah perubahan sosial dan budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sumber data terdiri atas data primer dan sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat yang memahami dan masih melaksanakan tradisi betangas. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi betangas tidak hanya berfungsi sebagai praktik perawatan tubuh untuk mengurangi bau badan, membersihkan dan menjaga kesehatan kulit, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan kultural dalam kehidupan masyarakat Desa Tempapan Kuala. Pelaksanaan betangas menjelang pernikahan merepresentasikan kesiapan calon pengantin secara fisik sekaligus menjadi bagian dari pewarisan nilai dan identitas budaya masyarakat. Keberlangsungan tradisi ini didukung oleh proses pewarisan pengetahuan antargenerasi dan keterlibatan masyarakat dalam praktik budaya tersebut. Dengan demikian, betangas merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Sambas yang memiliki nilai kesehatan, sosial, dan kultural sehingga penting untuk terus didokumentasikan dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





