Integrasi Qisas Al Anbiya Sebagai Strategi Pengembangan Karakter Peserta Didik: Studi Kasus di MI Nur Riska Lubuklinggau
DOI:
https://doi.org/10.58540/pijar.v4i2.1583Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan penguatan pendidikan karakter di tengah tantangan abad ke-21, sementara pembelajaran Pendidikan Agama Islam masih cenderung berorientasi kognitif sehingga internalisasi nilai moral belum optimal. Meskipun narasi kenabian (qisas al-anbiya) telah digunakan dalam pembelajaran, kajian yang secara khusus mengkaji integrasinya sebagai strategi pedagogis berbasis storytelling di madrasah ibtidaiyah masih terbatas, penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi qisas al-anbiya dalam pengembangan moral dan karakter peserta didik di MI Nur Riska Lubuklinggau.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi qisas al-anbiya melalui storytelling, tanya jawab, refleksi, dan penguatan nilai mendorong keterlibatan kognitif dan emosional siswa serta mendukung proses internalisasi nilai moral. Nilai kejujuran, amanah, disiplin, kesabaran, dan tanggung jawab tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga mulai tercermin dalam perilaku siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa qisas al-anbiya memiliki potensi sebagai strategi pedagogis yang mendukung integrasi aspek kognitif, afektif, dan perilaku dalam pembentukan karakter peserta didik, serta berkontribusi signifikan terhadap penguatan pendidikan karakter Islam yang kontekstual di madrasah ibtidaiyah




