Adaptive Implementation of Foreign-Language Regulation in an Indonesian Tahfidz Pesantren: A Qualitative Study of Bi'ah Lughawiyah
DOI:
https://doi.org/10.58540/pijar.v1i1.1595Keywords:
Bi'ah Lughawiyah; Kebijakan Bahasa Asing; Pesantren; Implementasi Kebijakan; Studi Kasus KualitatifAbstract
Regulasi bahasa asing telah menjadi instrumen berulang di pesantren Indonesia yang berusaha membangun lingkungan linguistik yang imersif, namun implementasi tingkat lapangan sering menyimpang dari desain kebijakan. Penelitian ini mengkaji bagaimana aturan bahasa asing diberlakukan, diperebutkan, dan diadaptasi di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Alhusna di Kabupaten Bungo, di mana bahasa Arab dan Inggris bergantian setiap minggu di semua interaksi sehari-hari. Desain kualitatif deskriptif digunakan; Data diperoleh melalui observasi partisipatif selama 18 jam di dua siklus rotasi, tiga wawancara semi terstruktur (koordinator bahasa, pengawas asrama, Santri senior) masing-masing berlangsung selama 45-60 menit, dan analisis dokumen jadwal bahasa, buku catatan Mufradat, dan catatan pengawasan. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dan ditriangulasi berdasarkan sumber, metode, dan keterlibatan yang berkepanjangan. Tiga temuan muncul. Pertama, implementasi bertumpu pada empat pilar operasional—rotasi mingguan, pembinaan intensif (mufradat, muhadatsah, muhadharah), pengawasan berlapis, dan sistem sanksi-imbalan. Kedua, lima kendala berulang berpotongan: kesenjangan leksikal, penghambatan psikologis, kepadatan jadwal (≈16 jam aktif/hari), media pendukung terbatas, dan kemahiran dasar yang heterogen. Ketiga, empat strategi adaptif menstabilkan regulasi: pendampingan pribadi humanistik, penyediaan sumber daya linguistik secara bertahap, target yang dibedakan di tiga tingkat kemahiran, dan integrasi kepatuhan bahasa ke dalam kelas akhlaq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan bi'ah lughawiyah kurang bergantung pada ketegasan regulasi daripada pada kemampuan beradaptasi manajerial, dukungan ekosistem, dan pendampingan humanistik yang mengkalibrasi ulang aturan ke heterogenitas peserta didik.




