Literasi Digital, Intensitas Media Sosial, dan Sikap Kritis Siswa SMP Dalam Menyaring Informasi
DOI:
https://doi.org/10.58540/pijar.v4i3.1928Keywords:
Literasi Digital; Media Sosial; Sikap Kritis; Siswa SMP, HoaksAbstract
Perkembangan yang cepat dalam teknologi digital telah mengubah cara kita mengakses informasi dan juga meningkatkan jumlah disinformasi atau hoaks yang bisa memengaruhi emosi siswa SMP sebagai generasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi bagaimana siswa SMP membangun sikap kritis saat memilah informasi, berdasarkan kemampuan literasi digital dan seberapa sering mereka menggunakan media sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta teknik purposive sampling untuk memilih lima siswa SMP yang aktif dalam penggunaan media sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan adanya perbedaan dalam tingkat literasi digital di antara siswa, di mana penggunaan platform TikTok secara berlebihan dapat mengganggu konsentrasi kognitif mereka. Namun, siswa yang memiliki sikap skeptis yang positif mampu menunjukkan kematangan berpikir dengan melakukan pengecekan informasi secara mandiri. Selain itu, terungkap perubahan dalam pola kepercayaan, di mana siswa mulai bergeser dari pengaruh orang tua yang mungkin kurang terampil dalam teknologi, dan mulai menjadikan teman sebaya sebagai forum diskusi informal untuk menganalisis hoaks yang berkaitan dengan Kecerdasan Buatan (AI).




