Optimalisasi Pembelajaran STEAM Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini di RA Amal Shaleh Dusun Kombongan Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember
DOI:
https://doi.org/10.58540/pijar.v4i3.2245Keywords:
STEAM, Pembelajaran berbasis proyek, Berpikir kritis, Anak usia dini, PAUDAbstract
Pengembangan kemampuan berpikir kritis pada anak usia dini memerlukan pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajar aktif, kreatif, dan berpusat pada anak. Meskipun berbagai penelitian telah membahas pembelajaran Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics (STEAM) pada pendidikan anak usia dini, kajian mengenai optimalisasi pembelajaran STEAM berbasis proyek dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi pembelajaran STEAM berbasis proyek, mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis anak, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di RA Amal Shaleh Dusun Kombongan Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran STEAM berbasis proyek dilaksanakan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang sistematis sehingga mampu meningkatkan kemampuan mengamati, bertanya, menganalisis, memecahkan masalah, dan mengomunikasikan hasil belajar. Keberhasilan pembelajaran didukung oleh kompetensi guru, media pembelajaran, lingkungan belajar, dan keterlibatan orang tua, sedangkan hambatan meliputi keterbatasan media, waktu, serta perbedaan karakteristik anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis optimalisasi pembelajaran STEAM berbasis proyek yang mengintegrasikan proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pemanfaatan lingkungan sekitar, penggunaan media sederhana, serta keterlibatan aktif guru dan anak dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran STEAM berbasis proyek merupakan model pembelajaran inovatif yang Berperan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini melalui pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan bermakna.




