Strategi Guru PAUD Dalam Mengatasi Problematika Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 3–4 Tahun Di Era Digitalisasi di SPS Anggur 29 Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember
DOI:
https://doi.org/10.58540/pijar.v4i3.2256Keywords:
Anak Usia Dini, Digitalisasi, Sosial Emosional, Strategi Guru.Abstract
Era digitalisasi membawa tantangan signifikan terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini, ditandai dengan kecenderungan perilaku individualistik dan penurunan kemampuan interaksi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi yang diterapkan oleh guru di SPS Anggur 29, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember dalam mengatasi berbagai problematika perkembangan sosial emosional pada anak usia 3—4 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pendidik, serta dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga fenomena utama problematika sosial emosional anak: rendahnya kontrol emosi (sikap temperamental), menguatnya sikap individualistik, dan lemahnya kemampuan kooperatif akibat pola interaksi satu arah dari gawai (gadget). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penanganan problematika tersebut bertumpu pada Strategi Intervensi Holistik Berbasis Ekosistem (Holistic Ecosystem-Based Intervention). Strategi ini mencakup empat pilar utama, yaitu: (1) transformasi pedagogis melalui peralihan pola bermain individual ke kolektif guna mereduksi egosentrisme praoperasional; (2) penguatan agensi melalui stimulasi inisiatif sosial untuk membangun kepercayaan diri (initiative vs. guilt); (3) regulasi emosional melalui metode pembiasaan, keteladanan (modeling), dan positive reinforcement; serta (4) sinergitas mikrosistem melalui kolaborasi strategis antara guru dan orang tua dalam bentuk digital parenting. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan sosial emosional anak di era digitalisasi tidak dapat dicapai melalui teknik tunggal, melainkan memerlukan banyak peran yang saling berkaitan.




