Persepsi Masyarakat terhadap Program Keagamaan Sekolah melalui Instagram: Studi Netnografi SD Al-Muttaqien Kenjeran Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.58540/pijar.v4i2.2340Keywords:
Netnografi; Media Sosial; Instagram; Pendidikan Islam; Kepercayaan Publik; Branding SekolahAbstract
ABSTRAK
Artikel ini disusun untuk mengkaji bagaimana program-program keagamaan sebuah sekolah ditampilkan melalui akun Instagram, sekaligus menelusuri cara masyarakat memaknai tampilan tersebut dalam proses menumbuhkan kepercayaan publik terhadap sekolah Islam. Kajian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode netnografi observasional pada akun Instagram resmi SD Al-Muttaqien Kenjeran Surabaya. Data dihimpun lewat pengamatan daring, penelusuran dokumentasi digital, serta pencermatan jejak digital berupa unggahan, keterangan foto (caption), komentar, dan berbagai bentuk keterlibatan pengguna. Proses analisis mengikuti tahapan pencelupan data (data immersion), pengodean terbuka, pengodean aksial, pengodean selektif, hingga penyusunan tema. Temuan memperlihatkan bahwa penyajian program keagamaan secara konsisten menumbuhkan pandangan positif dari masyarakat, tercermin dari munculnya apresiasi religius, dukungan komunitas, penguatan nilai pendidikan, dan meningkatnya rasa percaya terhadap sekolah sebagai institusi. Artikel ini juga mengajukan Digital Islamic Trust Building Model (DITBM), yang menggambarkan bagaimana representasi digital program keagamaan mendorong keterlibatan warganet, membentuk pemaknaan bersama, memperkuat kepercayaan publik, hingga akhirnya turut mengangkat reputasi sekolah Islam tersebut. Temuan ini memperkaya kajian netnografi dalam bidang Pendidikan Islam sekaligus memberi masukan praktis bagi pengelolaan media sosial sekolah sebagai sarana komunikasi pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
ABSTRACT
This article examines how a school's religious programs are portrayed through Instagram and how the public interprets that portrayal in building trust toward the Islamic school. Using a qualitative approach grounded in observational netnography, the study focused on the official Instagram account of SD Al-Muttaqien Kenjeran Surabaya. Data were gathered through online observation, digital documentation, and the tracing of digital traces such as posts, captions, comments, and user engagement. The analytical process moved through data immersion, open coding, axial coding, selective coding, and theme development. Findings indicate that the consistent portrayal of religious programs cultivates favorable public perception, marked by religious appreciation, community support, recognition of educational value, and growing institutional trust. Building on these findings, the study puts forward a Digital Islamic Trust Building Model (DITBM), illustrating how the digital portrayal of religious activities stimulates community engagement, shapes collective meaning-making, reinforces public trust, and ultimately strengthens the reputation of the Islamic school. The study contributes to the growing body of netnographic research in Islamic education and offers practical guidance for managing school social media as a value-based educational communication tool.




