Eksplorasi Konsep Geometri Lingkaran Pada Alat Musik Tradisional Odap Sebagai Kajian Etnomatematika
DOI:
https://doi.org/10.58540/pijar.v3i3.2406Keywords:
Etnomatematika, Geometri Lingkaran, Odap, Budaya Batak Toba, Media PembelajaranAbstract
Matematika merupakan disiplin ilmu yang berperan penting dalam kehidupan manusia, termasuk dalam praktik dan artefak budaya masyarakat. Salah satu materi geometri yang dianggap sulit dipahami peserta didik adalah lingkaran, sehingga diperlukan pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal, yaitu etnomatematika, untuk menjembatani konsep matematika dengan pengalaman nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep geometri lingkaran yang terkandung pada alat musik tradisional Odap, alat musik membranofon masyarakat Batak Toba, serta mendeskripsikan potensi pemanfaatannya sebagai sumber belajar matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan pengukuran langsung terhadap membran atas dan membran bawah Odap, kemudian dianalisis menggunakan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran atas dan membran bawah Odap berbentuk lingkaran sempurna yang memuat unsur titik pusat, jari-jari, diameter, keliling, dan luas lingkaran. Pengukuran menunjukkan diameter membran atas 26 cm dan membran bawah 13 cm, dengan keliling dan luas yang dapat dihitung secara matematis berdasarkan rumus baku lingkaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Odap berpotensi dijadikan media pembelajaran matematika kontekstual berbasis budaya lokal pada materi geometri lingkaran. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan bahan kajian etnomatematika baru dari instrumen musik tradisional Batak Toba yang belum banyak dieksplorasi, sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya melalui pembelajaran matematika di sekolah.




