Kepemimpinan Transformasional Kepala Madrasah dalam Transformasi Budaya Mengajar Guru: Studi Kasus di MTs Muhammadiyah Tolitoli
DOI:
https://doi.org/10.58540/pijar.v3i3.2443Keywords:
Kepemimpinan Transformasional; Kepala Madrasah; Budaya Mengajar; Inovasi Pembelajaran; Madrasah MuhammadiyahAbstract
Perubahan tuntutan pembelajaran dan perkembangan teknologi menuntut kepala madrasah tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu mentransformasikan budaya kerja dan praktik mengajar guru. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan transformasional kepala madrasah dalam mengubah budaya mengajar guru di MTs Muhammadiyah Tolitoli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua siswa. Analisis difokuskan pada empat dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala madrasah berlangsung melalui empat mekanisme utama. Pertama, idealized influence diwujudkan melalui keteladanan, kedisiplinan, konsistensi, dan penguatan nilai keislaman. Kedua, inspirational motivation diwujudkan melalui komunikasi visi-misi, motivasi profesional, serta dorongan mengikuti MGMP, workshop, seminar, dan diklat. Ketiga, intellectual stimulation diwujudkan melalui dorongan terhadap kreativitas, adaptasi Kurikulum Merdeka, pemanfaatan teknologi, serta penyediaan fasilitas pembelajaran. Keempat, individualized consideration tampak dalam pemberian kepercayaan, pendampingan, pengembangan kompetensi sesuai potensi guru, dan dukungan personal. Transformasi tersebut berkontribusi terhadap perubahan budaya mengajar dari praktik yang cenderung monoton menuju pembelajaran yang lebih kreatif, aktif, adaptif, dan berbasis teknologi. Temuan penelitian menghasilkan model konseptual transformasi budaya mengajar berbasis kepemimpinan transformasional yang mengintegrasikan keteladanan, motivasi bermakna, stimulasi inovasi, dan pengembangan individual.




