Sosialisasi Pemantauan Kualitas Air Pada Budidaya Ikan Lele Dengan Sistem Bioflock di Desa Dolok Jior, Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba
DOI:
https://doi.org/10.58540/sambarapkm.v4i2.1637Keywords:
Bioflok, Kualitas Air, Ikan Lele, Sosialisasi, Ketahanan PanganAbstract
Kegiatan budidaya ikan lele sistem bioflok merupakan salah satu upaya dalam mendukung program ketahanan pangan di Desa Dolok Jior, Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba. Namun, keberhasilan sistem ini sangat dipengaruhi oleh kualitas air yang belum dipantau secara optimal oleh pengelola. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelola kolam dalam pemantauan kualitas air melalui kegiatan sosialisasi dan praktik lapanganMetode yang digunakan adalah pendekatan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi, praktik pengukuran, serta diskusi evaluatif. Parameter yang diamati meliputi pH, suhu, oksigen terlarut (DO), dan kecerahan air pada enam kolam aktif budidaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai pH berkisar 6,6–7,9, DO 4,0–9,2 mg/L, suhu 20–22°C, serta kecerahan rata-rata 20 cm. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas air masih berada dalam batas toleransi budidaya ikan lele, meskipun suhu air relatif lebih rendah dari kisaran optimal. Secara visual, air kolam berwarna hijau pekat dengan adanya buih di permukaan, yang menunjukkan aktivitas bioflok yang cukup aktif.Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman pengelola dalam melakukan pemantauan kualitas air secara sederhana. Melalui praktik langsung, pengelola mampu menggunakan alat ukur dan memahami pentingnya menjaga kestabilan kualitas air dalam sistem bioflok. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan budidaya ikan lele serta program ketahanan pangan di tingkat






