Penerapan Rebusan Jahe dalam Asuhan Keluarga untuk Mengatasi Emesis Gravidarum Trimester I di Karang Baru
DOI:
https://doi.org/10.58540/sambarapkm.v4i2.1681Keywords:
Asuhan kebidanan, Emesis Gravidarum, Rebusan Jahe,, Ibu Hamil, Trimester IAbstract
Emesis gravidarum merupakan kondisi fisiologis yang dialami oleh mayoritas ibu hamil trimester I, namun jika tidak ditangani dengan tepat dapat berkembang menjadi hiperemesis gravidarum yang mengancam kesehatan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan kebidanan komunitas dan mengevaluasi efektivitas pemberian rebusan jahe dalam mengurangi frekuensi mual dan muntah pada Ny. K di Dusun Karang Baru, Kabupaten Lombok Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan tujuh langkah Varney dan pendokumentasian SOAP. Subjek penelitian adalah ibu hamil trimester I dengan usia kehamilan 6–7 minggu yang mengalami mual muntah frekuensi 1–3 kali sehari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan observasi selama satu minggu pada Maret 2026. Intervensi yang diberikan berupa pemberian rebusan jahe segar satu ruas jari sebanyak 1–2 kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan frekuensi mual dan muntah yang signifikan, dari frekuensi awal 1–3 kali per hari menjadi berhenti sepenuhnya pada hari ketujuh pemantauan. Selain itu, terdapat perbaikan kondisi umum ibu yang ditandai dengan peningkatan nafsu makan dan kenaikan berat badan sebesar 0,8 kg. Temuan ini membuktikan bahwa intervensi non-farmakologis menggunakan rebusan jahe efektif dalam meredakan gejala emesis gravidarum tanpa efek samping. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya integrasi terapi komplementer yang ekonomis dan aman dalam asuhan kebidanan komunitas guna meningkatkan kemandirian keluarga dalam manajemen keluhan kehamilan.






