Analisis Implementasi Pendekatan STEM Dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertama
DOI:
https://doi.org/10.58540/sambarapkm.v4i2.1712Keywords:
Pendekatan STEM, Pembelajaran IPA, SMP, studi PustakaAbstract
Pembelajaran IPA di tingkat SMP memerlukan pendekatan yang mampu mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, dan matematika secara kontekstual guna mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21. Namun, pelaksanaan pembelajaran IPA di sekolah masih cenderung berpusat pada guru sehingga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah siswa belum berkembang secara optimal. Salah satu pendekatan yang dinilai relevan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan STEM dalam pembelajaran IPA di tingkat SMP. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur, seperti artikel ilmiah, jurnal terakreditasi, buku referensi, dan dokumen terkait Kurikulum Merdeka yang relevan dengan topik penelitian. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis untuk memperoleh gambaran mengenai implementasi pendekatan STEM dalam pembelajaran IPA SMP. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan STEM umumnya diintegrasikan dengan model pembelajaran seperti project-based learning, problem-based learning, dan discovery learning. Implementasi STEM terbukti mampu meningkatkan hasil belajar, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kemampuan pemecahan masalah, serta literasi sains siswa. Selain itu, pendekatan STEM juga mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran yang kontekstual, aktif, dan berpusat pada peserta didik. Namun, implementasi STEM masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan kesiapan guru, sarana pembelajaran, serta belum optimalnya peningkatan literasi teknologi dan kemampuan pengambilan keputusan siswa. Oleh karena itu, diperlukan dukungan fasilitas dan peningkatan kompetensi guru agar implementasi pendekatan STEM dalam pembelajaran IPA dapat berjalan secara optimal.






