Deteksi Dini Risiko Kehamilan dengan Pemeriksaan Hb dan Konseling Tanda Bahaya di Desa Lembar Selatan
DOI:
https://doi.org/10.58540/sambarapkm.v4i2.1717Keywords:
Anemia Kehamilan, Pemeriksaan Hemoglobin, Konseling Tanda bahaya, Suplementasi Zat Besi, Ibu HamilAbstract
Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi di negara berpenghasilan rendah-menengah, termasuk Indonesia. Deteksi dini melalui pemeriksaan hemoglobin (Hb) dan konseling tanda bahaya kehamilan sangat penting untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas maternal. Tujuan Studi: Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi anemia serta memberikan konseling tanda bahaya kehamilan dan suplementasi zat besi pada ibu hamil di Desa Lembar, Lombok Barat. Metode: Kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif partisipatif dengan pelayanan langsung tatap muka. Subjek sebanyak 30 ibu hamil trimester 1, 2, dan 3 dipilih secara purposif. Intervensi meliputi pemeriksaan Hb menggunakan hemoglobinometer digital, konseling individual berbantuan leaflet (8 tanda bahaya), serta pemberian tablet tambah darah (60 mg Fe + 0,4 mg asam folat) bagi ibu dengan Hb <11 g/dL. Tidak ada pemeriksaan ulang atau pemantauan hari ke-14. Hasil: Seluruh 30 ibu hamil hadir (cakupan 100%). Prevalensi anemia sebesar 60,0% (18 orang), terdiri dari anemia ringan (33,3%), sedang (23,3%), dan berat (3,3%). Anemia tertinggi pada trimester 3 (70,0%). Seluruh peserta anemia mendapat suplementasi, satu kasus anemia berat dirujuk. Semua ibu menerima leaflet dan menyatakan memahami minimal 6 dari 8 tanda bahaya. Tidak ada kegagalan pemeriksaan Hb. Kesimpulan: Integrasi pemeriksaan Hb dan konseling tanda bahaya efektif untuk deteksi dini anemia di komunitas. Angka anemia yang tinggi memerlukan intervensi berkelanjutan, pemantauan kepatuhan, dan dukungan keluarga.






