Penguatan Tradisi Sarwah Sebagai Inovasi Sosial Dalam Meningkatkan Solidaritas dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Karanganyar Paiton Probolinggo
DOI:
https://doi.org/10.58540/sambarapkm.v4i3.2037Keywords:
Tradisi Sarwah, Inovasi Sosial, Solidaritas, Pemberdayaan Masyarakat, Karanganyar Paiton.Abstract
Modernisasi dan arus globalisasi kerap mengikis nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi perekat sosial di masyarakat perdesaan. Di Desa Karanganyar, Paiton, Probolinggo, pelestarian tradisi lokal seperti "Sarwah" menghadapi tantangan memudarnya ikatan sosial. Oleh karena itu, diperlukan revitalisasi budaya yang tidak hanya berakar pada masa lalu, tetapi juga berfungsi sebagai respons adaptif terhadap kebutuhan kekinian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran Tradisi Sarwah sebagai bentuk inovasi sosial. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka teori inovasi sosial dan solidaritas mekanik maupun organik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pemuda setempat, serta studi literatur terkait kebudayaan lokal. Hasil Temuan penelitian menunjukkan bahwa penguatan Tradisi Sarwah berhasil mentransformasikan nilai kultural menjadi modal sosial yang kuat. Tradisi ini terbukti menumbuhkan kembali semangat gotong royong, memperluas ruang komunikasi warga, serta menjadi wadah kolaboratif yang memberdayakan masyarakat secara inklusif dalam berbagai kegiatan sosial ekonomi. Kesimpulannya Tradisi Sarwah bukan sekadar ritual kebudayaan, melainkan instrumen inovasi sosial yang sangat efektif. revitalisasi tradisi ini mampu menguatkan kohesi sosial dan menjadi katalisator bagi pemberdayaan masyarakat perdesaan yang mandiri dan berkelanjutan.






