Pendampingan Implementasi Modul Fiqih Shalat Berbahasa Indonesia Sebagai Media Adaptasi Akademik dan Keagamaan Santri Baru
DOI:
https://doi.org/10.58540/sambarapkm.v4i3.2049Keywords:
Fiqih Shalat; Modul Pendidikan Dan Pelatihan; Santri Baru; Kemandirian Belajar; Pembelajaran PesantrenAbstract
Perbedaan kampung awal santri baru dalam memahami fiqih shalat, keterbatasan bahan ajar berbahasa Indonesia yang sistematis, serta tingginya ketergantungan terhadap penjelasan ustadz menjadi kendala dalam pembelajaran di Pondok Pesantren Nurul Wafa. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan dan mendampingi penggunaan Modul Pendidikan dan Pelatihan Fiqih Shalat sebagai media pembelajaran yang mendukung adaptasi akademik dan keagamaan santri baru. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahap, meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi modul, pendampingan pembelajaran, praktik fiqih shalat, dan evaluasi. Hasil program menunjukkan bahwa penggunaan modul mampu meningkatkan pemahaman santri terhadap konsep dan praktik fiqih shalat, mendorong partisipasi aktif dalam proses pembelajaran, serta memperkuat kemandirian belajar melalui pemanfaatan modul secara mandiri. Program ini juga menghasilkan model pendampingan pembelajaran yang aplikatif dan mudah direplikasi. Dengan demikian, modul fiqih shalat berbahasa Indonesia efektif mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus memfasilitasi proses adaptasi santri baru di lingkungan pesantren.






