https://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/issue/feedJurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial2026-04-07T22:34:29+07:00Putra Publishercv.putrapublisher@gmail.comOpen Journal Systems<div style="border: 2px #0B1B4C solid; padding: 10px; background-color: #f2e635; text-align: left;"> <ol> <li>Journal Title: <a href="http://www.putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi">Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial</a></li> <li>Initials : <strong>JIPSI</strong></li> <li>Frequency : <strong>April, Juli</strong>, <strong>Oktober</strong>, <strong>Januari</strong></li> <li>Online ISSN : <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220405062383132">2829-2723</a></li> <li>Editor in Chief: <strong>Assoc. Prof Dr</strong> <strong>Purniadi Putra, M.Pd.I</strong></li> <li>DOI : <strong>10.58540</strong></li> <li>Indeks<strong> : </strong>Google Schoolar, <a href="https://drive.google.com/file/d/1NHKsiKmP9NaX_PEa6rfNojogOGmr8FZX/view?usp=sharing"><strong>SINTA 4,</strong></a> Garuda, Demension</li> <li>Publisher : <a href="http://putrajurnal.putrapublisher.org/">putrapublisher.org</a></li> </ol> </div> <p>This <em><strong>JIPSI</strong></em> journal provides a means for ongoing discussion of the relevant issues included in the focus and scope of the journal which can be examined empirically. This journal publishes research articles in education and the scope of the social sciences. Articles published are the results of research, studies or scientific studies on important and current issues or scientific book reviews. This journal has been accredited at <a href="https://drive.google.com/file/d/1NHKsiKmP9NaX_PEa6rfNojogOGmr8FZX/view?usp=sharing"><strong data-start="712" data-end="729">SINTA 4 level</strong> </a>based on the Decree Number <strong data-start="757" data-end="778">156/C/C3/KPT/2026</strong>.</p>https://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1415Identifikasi Basil Tahan Asam (BTA) Pada Sputum Penderita Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Efarina Etaham Pematang Siantar Pada Bulan Januari–Juni 20252026-02-14T21:15:04+07:00Putri Yolanda Clarissa Nadapdputriyolanda.nadapdap@gmail.comDeswidya S. Hutaurukdesiwidya.hutauruk@gmail.comNoni Herawatinoni.herawati@gmail.com<p>Tuberkulosis adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang penyebabnya berasal dari Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyebar dari individu yang telah terinfeksi melalui droplet. Salah satu metode utama untuk mendeteksi keberadaan bakteri tersebut adalah melalui pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA), mengingat bakteri ini mampu bertahan di lingkungan asam. Penelitian berikut bertujuan mengetahui keberadaan BTA pada dahak (sputum) penderita TB di RS Etaham Pematang Siantar. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan total 30 sampel sputum menggunakan teknik pewarnaan Ziehl Neelsen. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 14 sampel dinyatakan +1, sementara 10 sampel dinyatakan +2, dan sebanyak 6 sampel dinyatakan +3. Kesimpulan yang didapat, +1 jauh lebih banyak dibanding +2 maupun +3, dimana +1 dinyatakan hampir setengah dari 30 sampel tersebut dan +2 juga tidak kalah banyaknya. Diharapkan penelitian ini dapat mendorong pasien untuk rutin melakukan kontrol ke fasilitas kesehatan dan menjalani pola hidup bersih serta menggunakan masker guna mencegah penularan</p> <p> </p>2026-02-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1407Pengaruh Komunikasi Guru dan Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII 2026-02-14T22:07:09+07:00Grace Debora Siburiangracesiburian494@gmail.comAnton Luvi Siahaanantonluvi644@gmail.comTumpal Manahara Siahaantumpal.manaharasiahaan@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pengetahuan mengenai pengaruh komunikasi guru dan minat belajar siswa terhadap hasil belajar ips siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri 5 Pematangsiantar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis data deskriptif kuantitatif. Populasi penelitia yaitu seluruh siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri 5 Pematangsiantar dengan jumlah 198 siswa. Sampel penelitian berjumlah 133 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Teknik simple random sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah kuisioner (angket). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: 1) Tidak terdapat pengaruh dan signifikan antara komunikasi guru terhadap hasil belajar, hasil ini dilihat pada uji t dimana nilai thitung (1,236)< ttabel (1,65657) yag berarti pada variabel tersebut tidak signifikan. 2) Tidak terdapat pengaruh dan signifikan antara minat belajar terhadap hasil belajar, hasil ini dilihat pada uji t dimana nilai thitung (-1,597)< ttabel (1,65657) yang berarti pada variabel tersebut tidak signifikan. 3) Komunikasi guru dan minat belajar siswa secara bersama -sama mempengaruhi hasil belajar siswa, hasil ini dapat dilihat pada uji F dimana nilai Fhitung (3,126)> nilai Ftabel (2,67). Uji koefisien determinasi R Square diketahui sebesar 0,046 yang berarti 4,6% variabel komunikasi guru dan minat belajar siswa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ips UPTD SMP Negeri 5 Pematangsiantar. Sedangkan 95,4% merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.</p>2026-02-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1444The Relationship Between Self-Efficacy And Quarter-Life Crisis In Final-Year Students At HKBP University Nommensen Medan 2026-02-20T09:10:39+07:00Gloria Septiagloria.septia@student.uhn.ac.idTogi Fitri Afriani Ambaritatogi.ambarita@uhn.ac.id<p>This study aims to analyze the relationship between self-efficacy and quarter-life crisis among final-year students at HKBP Nommensen University, Medan. This study found a significant negative relationship between self-efficacy and quarter-life crisis among final-year students at HKBP Nommensen University, Medan, with a correlation coefficient of -0.358. This finding indicates that the higher a student's self-confidence in their abilities, the lower the level of crisis experienced when facing the transition to early adulthood. The majority of respondents were in the moderate self-efficacy category, with no significant differences between men and women, indicating that gender is not a major determining factor. Although most students have a relatively high level of self-efficacy, many still experience a significant quarter-life crisis. This is influenced by various external challenges, such as social demands, competitive job market, and economic uncertainty. This situation is exacerbated by the lack of a clear plan for post-graduation for some respondents, leading to identity confusion and anxiety about the future. Students with strong self-efficacy are generally more resilient, skilled at solving problems, and adaptable to change, while those with low self-efficacy are more susceptible to stress and obstacles to personal development. These findings suggest the importance of strengthening self-efficacy through self-development programs, career counseling, and social support to help students navigate the challenges of post-graduation life transitions. Therefore, enhancing self-efficacy can be an effective strategy to mitigate the negative impact of the quarter-life crisis on final-year students.</p>2026-02-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1443Pengaruh Hardiness Terhadap Career Decision Making Self Efficacy (CDMSE) Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen yang Mengikuti Magang2026-02-20T09:19:27+07:00Ruth Meylani Sianturiruthmeylani.sianturi@student.uhn.ac.idNancy Naomi Aritonangnancyaritonang@uhn.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Hardiness Terhadap Career Decision Making Self Efficacy (Cdmse) Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Yang Mengikuti Magang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, maka disimpulkan bahwa secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa hardiness berpengaruh signifikan terhadap career decision making self efficacy pada mahasiswa Universitas HKBP Nommensen yang sedang mengikuti magang. Tingginya tingkat hardiness pada mahasiswa tercermin pada ketiga aspek challenge, commitment, dan control yang seluruhnya didominasi kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu melihat tantangan sebagai peluang, fokus terhadap tujuan, dan merasa yakin mampu mengendalikan situasi yang dihadapi.Demikian pula, CDMSE mahasiswa berada pada kategori tinggi di seluruh dimensinya, meliputi pemilihan tujuan, informasi pekerjaan, perencanaan, penilaian diri, dan pemecahan masalah. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki keyakinan yang kuat dalam mengambil keputusan karier. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menegaskan bahwa hardiness merupakan faktor protektif yang dapat meningkatkan keyakinan diri dalam pengambilan keputusan karier. Dengan demikian, hardiness yang tinggi dapat menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja, membuat keputusan karier yang tepat, dan beradaptasi secara efektif dengan perubahan di masa depan. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri mahasiswa dalam mengambil keputusan karier, maka semakin tinggi pula tingkat ketangguhan (hardiness) yang dimilikinya.</p>2026-02-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1442Hubungan Antara Self-Comparison Terhadap Self Esteem Pada Remaja Perempuan Pengguna Media Sosial2026-02-20T09:53:40+07:00Amanda Novita Larasatiamandanovita.larasati@student.uhn.ac.idHotpascaman Simbolonhotpascaman@uhn.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Self-Comparison Terhadap Self Esteem Pada Remaja Perempuan Pengguna Media Sosial. Berdasarkan hasil penelitian yang melibatkan 330 remaja perempuan berusia 16 hingga 18 tahun, diketahui bahwa WhatsApp, TikTok, dan Instagram merupakan platform media sosial yang paling dominan digunakan oleh responden. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara self-comparison dan self-esteem pada remaja perempuan pengguna media sosial.Sebagian besar responden menunjukkan kecenderungan melakukan perbandingan diri di media sosial pada tingkat sedang hingga tinggi. Sementara itu, mayoritas responden memiliki tingkat self-esteem pada kategori sedang, dan hanya sebagian kecil yang berada pada kategori tinggi. Temuan ini diperkuat oleh hasil uji korelasi Pearson yang menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara self-comparison dan self-esteem (r = -0,888; p < 0,01). Artinya, semakin tinggi intensitas individu dalam membandingkan diri dengan orang lain di media sosial, semakin rendah tingkat harga diri yang dimiliki</p>2026-02-21T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1448The Effect Of Using Fluentu on Student' Reading Comprehension at Grade Eleven2026-02-22T08:46:56+07:00Sri Maneni Manurungsrimanenimanurung13@gmail.comRudiarman Purbarudiarmanpurba010587@gmail.comTiarma Intan Marpaungtiarma.marpaung@uhnp.ac.idMungkap Mangapul Siahaanmungkapsiahaan@gmail.com<p>This research aims to investigate the effect of the FluentU application on the reading comprehension of eleventh-grade students. FluentU is an AI-assisted language learning application that uses authentic video content, such as movie clips, music videos, and interviews, integrated with interactive subtitles and vocabulary tools to improve learners’ listening, reading, and comprehension skills in a real-world context. This study employed a quantitative research design with a quasi-experimental approach. The population of this research consisted of eleventh-grade students of SMK Negeri 1 Siantar in the academic year 2024/2025. Two classes were taken as the sample: XIBS-1 as the experimental group (36 students) and XIBS-2 as the control group (36 students). The samples were selected using purposive sampling. The experimental group was taught using the FluentU application, while the control group was taught using conventional methods. Data were collected through pre-tests and post-tests administered to both groups. The findings showed that the mean pre-test score of the experimental group was 67.78, while the control group obtained 62.78. Furthermore, the mean post-test score of the experimental group was 81.94, compared to 75.14 in the control group. The standard deviations were 8.475 for the experimental group and 7.791 for the control group. Data analysis using the t-test revealed a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, indicating that the alternative hypothesis (Ha) was accepted and the null hypothesis (H0) was rejected. Therefore, it can be concluded that the use of the FluentU application has a significant effect on the reading comprehension of eleventh-grade students at SMK Negeri 1 Siantar</p>2026-02-22T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1455Arah dan Trend Penelitian Pendidikan Matematika di Indonesia2026-02-23T17:48:02+07:00Renita Br Perangin Anginperanginangin.renita@gmail.com<p>Peneltian pendidikan matematika mengalami perubahan yang sangat pesat, ditandai dengan banyaknya terbentuk organisasi penelitian pendidikan matematika dan tersedianya publikasi hasil penelitian yang terakreditasi dan terindex. Studi ini akan mengkaji arah dan trend penelitian pendidikan matematika sejalan dengan trend dan temuan baru dalam pendidikan matematika. Penelitian pendidikan matematika masa lalu didominasi oleh isu desain model/teori/kurikulum pembelajaran matematika dengan fokus ke siswa pendidikan dasar sebagai subjek penelitian. Saat ini topik penelitian pendidikan matematika mengkaji ke arah media dan teknologi pembelajaran dengan kajian ke proses berpikir tingkat tinggi siswa dengan subjek yang merata . Penelitian pendidikan matematika ke depan juga akan mengkaji kemampuan berpikir tingkat tinggi yang lebih ditekankan ke kemampuan 4C (Four Cs: Creativity, Critical Thinking, Communication, and Collaboration).</p>2026-02-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1424Pengaruh Media Pengajaran Berbasis Word Wall Kepada Hasil Belajar Matematika Murid Atas Materi Unsur Bangun Datar Grup III 2026-02-24T11:26:16+07:00Novelin Nababannovelinnababan20@gmail.comNatalina Purbanatalina.purba@uhnp.ac.idEva Panggabeaneva.panggabean@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Pengajaran Berbasis Word Wall Kepada Hasil Belajar Matematika Murid Atas Materi Unsur Bangun Datar Grup Iii Sdn 122377 Rakutta Sembiring. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yakni metode adapun digunakan bagi meneliti suatu populasi serta sampel serta tujuan mengukur variabel tertentu secara objektif. Teknik pengambilan sampel secara umum boleh dibagi menjadi dua metode, yakni non-probability sampling serta probability sampling. sampel tentang kajian ini meliputi seluruh murid grup III SDN 122377 Rakuta Sembiring. media pengajaran berbasis word wall berpengaruh kepada hasil belajar matematika murid atas materi bangun datar di grup III SDN 122377 Rakutta Sembiring. Hal ini ditunjukkan mulai hasil uji hipotesis serta nilai signifikansi (16,379), di mana t hitung (16,379) lebih besar mulaipada t tabel (1,717), sehingga hipotesis nol (H₀) ditolak serta hipotesis alternatif (Hₐ) diterima. Selain itu, hasil observasi juga menunjukkan kalau murid lebih aktif serta antusias tentang pengajaran ketika menggunakan media word wall dibandingkan serta pengajaran adapun tidak menggunakan media</p>2026-02-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1457Implementasi Misi Fo Guang Shan Dalam Pengembangan Bakat Umat Buddha: Studi Pendidikan Dharma, Pelestarian Budaya dan Praktik Spiritual Di Lingkungan Multikultural2026-02-24T22:30:27+07:00Marshella Marshellamarshella@gmail.comUrip Widodourwido@radenwijaya.ac.idTri Yatnotri.yatno@radenwijaya.ac.id<p>Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya pemahaman tentang strategi organisasi religius dalam mengelola keberagaman budaya dan pengembangan potensi individu secara terstruktur. Tujuan penelitian adalah mengungkap model integratif yang menggabungkan nilai Buddhis, multikulturalisme, dan manajemen talenta dalam konteks Fo Guang Shan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pengumpulan data dari buku, jurnal, dan laporan penelitian terkait. Data dianalisis menggunakan teknik analisis konten untuk mengidentifikasi pola dan keterkaitan. Hasil menunjukkan bahwa keberhasilan Fo Guang Shan terletak pada kombinasi nilai spiritual dengan strategi multikultural dan pembinaan talenta. Kesimpulannya, model ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi organisasi keagamaan maupun sosial dalam membangun harmoni internal serta memperluas pengaruh secara global.</p>2026-02-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1462An Analysis Of Student’s Speech Disruption In Student’s Speaking Through Oral Presentation 2026-02-25T18:51:56+07:00Yohana Friscila Naibahoyohanafriscila.naibaho@student.uhn.ac.idYessy Octavianna Pasaribuyessypasaribu@uhn.ac.idHarpen Silitongaharpensilitonga@uhn.ac.id<p>This study aims to analyze speech disruptions experienced by second-grade students of SMA Negeri 14 Medan during oral presentations. Speech disruption, refers to interruptions in the flow of speech that affect fluency and clarity. The research focuses on identifying the types, frequency, causes, and impacts of these disruptions on students’ speaking performance. Employing a qualitative descriptive method, data were collected through classroom observations of students’ oral presentations and semi-structured interviews with selected participants. The speech disruptions were categorized following Gleason and Ratner’s (1998) framework, which includes hesitation, repetition, false starts, and filler words. The findings reveal that repetition is the most dominant type of speech disruption, accounting for 35.80% of occurrences, followed by hesitation (27.78%), filler words (25.30%), and false starts (11.11%). The study also identifies several factors contributing to these disruptions, including lack of preparation, low confidence, nervousness, and limited vocabulary, with lack of preparation being the most significant. These disruptions negatively affect students’ fluency and the effectiveness of their communication, often making it difficult for listeners to follow the intended message. The study suggests that improving students’ preparation, building their confidence, expanding vocabulary, and managing speaking anxiety are crucial strategies to reduce speech disruptions and enhance oral proficiency. This research contributes valuable insights for EFL teachers to better understand and address the challenges faced by students in speaking activities, ultimately supporting the development of more effective teaching approaches to foster fluent and confident English speakers.</p>2026-02-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1463Pengaruh Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Resiliensi Akademik Pada Mahasiswa Perantau di Kota Medan2026-02-26T21:51:48+07:00Dearni Atini Purbadearniatini.purba@student.uhn.ac.idAsina C. Rositoasina.christina@uhn.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Resiliensi Akademik Pada Mahasiswa Perantau Di Kota Medan.Berdasarkan hasil penelitian dari analisa diperoleh simpulan sebagai berikut Dukungan sosial teman sebaya berpengaruh positif terhadap resiliensi akademik mahasiswa/I perantau di kota Medan. Dimana pengaruh yang diberikan ialah sebanyak 52.6%. pengaruh yang diberikan adalah positif artinya semakin banyak dukungan sosial yang diterima maka semakin kuat kemampuan resiliensi akademik yang dimiliki.Tingkat dukungan sosial teman sebaya mahasiswa/I perantau di kota Medan dominan berada pada tingkat sedang. Artinya para mahasiswa/I perantau di kota Medan sudah cukup memiliki dukungan sosial teman sebaya namun belum maksimal. Tingkat resiliensi mahasiswa/I perantau di kota Medan dominan berada pada tingkat sedang. Yang artinya kemampuan resiliensi akademik mahasiswa/I perantau sudah cukup untuk mampu bertahan dan beresilien pada proses akademik, namun belum maksimal.</p>2026-02-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1458Students' Neuro-Psychological Readiness In The Deep Learning Approach: An Exploratory Study 2026-02-26T21:59:54+07:00Raysha Zahra Harahaprayshazahrahrp@gmail.comYohana Imelda Tampubolonyohanaimelda.tampubolon@gmail.comChintya Angelina Sinambelachintyaasinambela@gmail.comTrinita Ivana Rumapeatrinitarumapea@gmail.comReymond Dwi Putra Sinagareymondsinaga18@gmail.comDika Kristina Lambok Manurungdikamanurung4@gmail.comSelviana Napitupuluselviana.napitupulu@uhnp.ac.id<p>This study aims to measure students' neuro-psychological readiness as a prerequisite for implementing deep learning, encompassing executive functions, metacognition, intrinsic motivation, and emotional regulation, through the dimensions of mindful, meaningful, and joyful learning. The research employed a mixed-methods approach with a sequential exploratory design dominated by quantitative data. The study was conducted at SMA Negeri 1 Pematangsiantar, involving a sample of 130 students from grades X and XI selected through stratified random sampling. Quantitative data were collected using a 5-point Likert-scale questionnaire grounded in Diamond's executive functions framework. The results indicate that students' neuro-psychological readiness falls within the moderate-to-high category, with an overall mean of 3.57. The mindful learning dimension recorded the highest score (mean 3.62), followed by joyful learning (3.55), and meaningful learning (3.48). Data distribution across all dimensions was confirmed as normal; however, 12–18 percent of students were in the low category, indicating vulnerability to distractions, difficulties in constructing meaningful understanding, and low emotional resilience when facing learning challenges. These findings suggest that although the majority of students possess an adequate foundation for deep learning, readiness gaps remain that could potentially hinder the effectiveness of curriculum implementation. Based on these results, the study recommends incorporating brief mindfulness exercises into teaching, strengthening integrated cross-subject projects accompanied by metacognitive strategies, and adopting learning approaches that foster intrinsic motivation and a growth mindset. Additionally, ongoing teacher training in educational neuropsychology, periodic assessment of student readiness, and school policies on device management are required.</p>2026-02-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1474Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII 2026-03-01T20:55:15+07:00Enggeli Devi Intani Sihotangengli.sihotang27@gmail.comSusy Alestriani Sibagariangsusysibagariang@gmail.comAnggun Tiur Ida Sinagasinagaangguntiur@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional dan kemandirian belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIII di UPTD SMP Negeri 1 Pematangsiantar T.A 2024/2025. Variabel dalam penelitian ini adalah kecerdasan emosional dan kemandirian belajar sebagai variabel bebas dan hasil belajar sebagai variabel terikat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif, dengan populasi penelitian seluruh siswa kelas VIII IPS SMP Negeri 1 Pematangsiantar dan sampel penelitian siswa kelas VIII IPS SMP Negeri 1 Pematangsiantar yang terdiri dari 77 siswa yang dipilih dengan menggunakan Simple random sampling (rumus Slovin). Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen : (1) angket kecerdasan emosional, (2) angket kemandirian belajar, dan (3) hasil belajar berupa nilai ulangan tengah semester. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar, hasil ini terlihat pada uji t dimana nilai thitung kecerdasan emosional (5,037) > nilai ttabel (1,665) yang berarti pada variabel tersebut signifikan. (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kemandirian belajar terhadap hasil belajar, hasil ini terlihat pada uji t dimana nilai thitung dari kemandirian belajar (4,919) > nilai ttabel (1,665) yang berarti pada variabel tersebut signifikan. (3) kecerdasan emosional dan kemandirian belajar secara bersama-sama mempengaruhi hasil belajar, hasil ini dapat dilihat pada uji F dimana nilai Fhitung (41,290) > dibandingkan nilai Ftabel (2,38). Uji koefisien determinasi R Square diketahui sebesar 0,527 yang berarti 52,7% variabel kecerdasan emosional dan kemandirian belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa di sekolah UPTD SMP Negeri 1 Pematangsiantar dan selebihnya 47,3% merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini</p>2026-03-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1476The Influence Of Digital Marketing Strategy and Product Quality On Sales Of Culinary Micro, Small, And Medium Enterprises (MSMEs) In Kualuh Leidong District2026-03-02T23:08:05+07:00Citra Agustina Br Tumorangcitra.agustina@student.uhn.ac.idNalom Siagiannalom.siagian@uhn.ac.idKepler Sinagakepler.sinaga@uhn.ac.id<p>The purpose of this study is to determine the effect of digital marketing strategies and product quality on the sales of micro, small, and medium enterprises in Kualuh Leidong District. The population in this study were culinary MSMEs in Kualuh Leidong District. The sampling technique used the Slovin formula, which is a sampling technique with special considerations so that it is worthy of being a Slovin sample and obtained a research sample of 60 respondents. The research variables used two variables, namely dependent and independent variables. For the independent variable (X) includes: digital marketing strategy (X1) and product quality (X2) and the dependent variable (Y) product sales. The data collection technique used was a questionnaire and multiple linear analysis with the equation obtained in this study is the analysis of Y = 8.263 + 0.228X1 + 0.154X2 it can be concluded that the constant value of 8.263 is the consistency value of the culinary MSME product sales variable in Kualuh Leidong District of 8.263. Based on the results of the partial hypothesis test (t test) shows that the digital marketing strategy (X1) has a positive and significant effect on product sales (Y) with a calculated t value of 3.280 and a significance value of 0.002 <0.05. Product quality (X2) also has a positive and significant effect on product sales (Y) with a calculated t value of 2.306 and a significance value of 0.025 <0.05. The results of the simultaneous test (F test) show that the digital marketing strategy and product quality together have a significant effect on the sales of culinary MSME products in Kualuh Leidong District, with a calculated F value of 7.253 and a significance value of 0.002 <0.05. And the results of the coefficient of determination test (R Square) show a value of 0.175, which means that the digital marketing strategy and product quality are able to explain variations in product sales by 17.5%, while the remaining 82.5% is influenced by other variables outside this study. Thus, it can be concluded that digital marketing strategies and product quality significantly influence the sales of culinary MSMEs in Kualuh Leidong District. Culinary MSMEs are advised to continuously optimize their digital marketing strategies and improve product quality to boost sales and business competitiveness</p>2026-03-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1478Dibalik Konten Seru: Playbour dan Kerja Digital Gen Z Di Tiktok2026-03-05T10:10:49+07:00Mira Natalia Pelludosen03303@unpam.ac.idUdi Rusadiudi.rusadi@iisip.ac.id<p>Fenomena kreator Gen Z di TikTok kerap dipersepsikan sebagai aktivitas bermain dan ekspresi diri yang santai. Namun, di balik konten keseharian yang tampak ringan, terdapat praktik kerja digital yang intens dan berkelanjutan. Artikel ini menganalisis bagaimana aktivitas “bekerja sambil bermain” beroperasi dalam ekosistem TikTok melalui konsep playbour, kerja afektif, dan kapitalisme waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif netnografi dengan mengamati produksi konten, pola interaksi audiens, serta praktik monetisasi pada akun kreator Gen Z Indonesia selama periode tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseharian kreator dikonstruksi sebagai ruang kerja terselubung, di mana waktu luang dan afeksi dikomodifikasi menjadi nilai ekonomi bagi kreator sekaligus platform. Praktik ini mengaburkan batas antara kerja dan hiburan serta mendorong perluasan kerja digital tanpa batas waktu yang jelas. Studi ini berkontribusi pada kajian ekonomi politik media digital dengan menunjukkan bagaimana playbour Gen Z di Indonesia beroperasi dalam logika kapitalisme platform dan menegaskan pentingnya literasi kritis terhadap kerja digital.</p>2026-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1480Kehidupan Sosial Ekonomi Perempuan Pengrajin Batu Bata di Desa Kelurahan Losung Kecamatan Padangsidimpuan Selatan2026-03-07T09:28:43+07:00Mutiara Cinta Dewi Siahaanmutiaracintadewi621@gmail.comSupsiloani Supsiloanisupsiloani@unimed.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi hal yang mendorong perempuan bekerja sebagai pengrajin batu bata, menganalisis hambatan yang mereka hadapi dalam menjalankan peran ganda sebagai pekerja dan ibu rumah tangga, serta menganalisi kondisi sosial ekonomi mereka secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan utama perempuan bekerja sebagai pengrajin batu bata adalah untuk mendukung keuangan keluarga karena pendapatan suami yang tidak mencukupi dan kebutuhan rumah tangga yang tinggi. Perempuan pengrajin batu bata mengalami tekanan kerja ganda, yaitu pekerjaan fisik di tempat pembuatan batu bata serta tanggung jawab rumah tangga di rumah. Kondisi sosial ekonomi mereka umumnya berada pada tingkat menengah ke bawah, ditandai dengan tingkat pendidikan rendah, pendapatan tidak tetap, serta beban tanggungan keluarga yang besar. Meskipun demikian, perempuan pengrajin batu bata memiliki peran penting dalam menopang perekonomian keluarga dan menunjukkan strategi bertahan hidup melalui kerja keras, pembagian waktu, dan solidaritas sosial antar sesama pekerja.</p>2026-03-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1487Meditasi dan Kualitas Tidur: Eksplorasi Fenomenologis Terhadap Pengalaman Subjektif Praktisi Jangka Panjang di Vihara Girinaga Makassar2026-03-07T09:21:38+07:00Meilianti Meilianti23031501310@nalanda.ac.idLauw Aceplauwacep@nalanda.ac.idEdi Prionoedipriyono@nalanda.ac.id<p>Studi ini dirancang untuk mengeksplorasi secara mendalam dinamika pengaruh meditasi terhadap kualitas tidur melalui lensa kualitatif. Secara spesifik, penelitian ini menelisik pengalaman fenomenologis individu dalam mempraktikkan meditasi dan bagaimana rutinitas tersebut berimplikasi pada pola istirahat mereka. Menggunakan metode wawancara mendalam sebagai instrumen utama, data dikumpulkan dari dua belas partisipan yang telah konsisten bermeditasi selama minimal satu tahun. Melalui analisis tematik yang ketat terhadap rekaman wawancara, ditemukan pola bahwa meditasi memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur. Para subjek melaporkan adanya percepatan waktu permulaan tidur (sleep onset), perpanjangan durasi tidur, serta perbaikan kualitas tidur secara komprehensif. Lebih jauh, praktik ini terbukti berkorelasi dengan reduksi tingkat kecemasan dan stres, yang bertindak sebagai mediator dalam perbaikan kualitas tidur tersebut. Kesimpulan studi ini menegaskan potensi meditasi sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif, khususnya bagi individu yang bergulat dengan gangguan tidur kronis, sehingga layak direkomendasikan dalam program kesehatan mental terpadu. Kendati demikian, riset lanjutan dengan sampel yang lebih heterogen dan penggunaan parameter objektif sangat disarankan untuk memvalidasi temuan ini</p>2026-03-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1497The Relationship Between Principal Competency And School Culture Towards Teacher Performance In State Junior High School2026-03-10T21:18:16+07:00Sen Sat Jantusen jantusensimatupang79@gmail.comBetty A.S Pakpahanpakpahanbas@gmail.comArip Surpi Sitompularipsurpisitompul@gmail.com<p>This study aims to analyze 1) the relationship between principal competence and teacher performance at Public Junior High School Technical Implementation Units (UPTs) in Doloksanggul District; 2) the relationship between school culture and teacher performance at Public Junior High School Technical Implementation Units (UPTs) in Doloksanggul District; and 3) the relationship between principal competence and school culture and teacher performance at Public Junior High School Technical Implementation Units (UPTs) in Doloksanggul District. This study used a quantitative method with an ex post facto or survey approach. The population was all 182 teachers at Public Junior High School Technical Implementation Units (UPTs) in Doloksanggul District. Using the Slovin formula with a 10% margin of error, a sample of 65 teachers was taken. Data were collected with a closed questionnaire consisting of 22 statement items for variable X1 (Principal Competence) and 40 statement items for variable X2 (School Culture) and 28 statement items to measure variable Y (Teacher Performance), so that the total was 90 statement items. Before being used on real respondents, the instrument was first tested on 30 teachers of UPT SMP Negeri 001 Pasar Doloksanggul outside the sample. The results of the instrument trial, all questionnaire items were valid and reliable. Data analysis techniques were carried out using descriptive analysis, variable categorization and parametric statistical analysis with the Pearson correlation test and the coefficient of determination test. The results of the data analysis showed that: 1) There is a positive and significant relationship between Principal Competence and Teacher Performance at UPT SMP Negeri throughout Doloksanggul District in 2026 with a correlation value of R or rhitung = 0.661 and a relationship contribution of 43.7% with a Sig value of 0.000 <0.05 and thitung = 7.000> ttable (n-2 = 63) = 2,000. 2) There is a positive and significant relationship between School Culture and Teacher Performance in UPT SMP Negeri throughout Doloksanggul District in 2026 with a correlation value of R or rcount = 0.502, a relationship contribution of 25.2% and a Significance value of 0.000 <0.05 with tcount = 4.613> ttable (n-2 = 113) = 2.000 and 3) There is a positive and significant relationship between Principal Competence and School Culture together with Teacher Performance in UPT SMP Negeri throughout Doloksanggul District in 2026 with a correlation value of R = 0.711 and a relationship contribution of 50.5% with a Significance value of 0.000 <0.05 and Fcount = 31.634> Ftable (k-1, nk; 2.63) = 3.15. Thus it is concluded that the research hypothesis is accepted</p>2026-03-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1496Berdagang di Ruang Krisis: Dinamika Dan Tantangan Adaptasi Pedagang Pasar Horas Pasca Kebakaran2026-03-10T21:30:50+07:00Fany Lidiasarifanylidiasari2112@gmail.comSulian Ekomilasulianekomila@unimed.ac.idBakhrul Khair Amalb4khrul.4m4l@gmail.comIrda Yusepairdayusepa@unimed.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan menganalisis dinamika dan tantangan yang dihadapi pedagang di Pasar Horas Kota Pematangsiantar selama berada pada ruang krisis pasca-kebakaran pasar, yang menyebabkan aktivitas penjualan direlolkasi ke tepi Jalan Merdeka. Teori solidaritas sosial Emile Durkheim membantu pendekatan deskriptif kualitatif dalam memahami perubahan kondisi sosial pedagang dalam kondisi darurat. Informan yang berkontribusi dalam memberikan informasi dan data sejumlah 13 orang, meliputi: pedagang pasar, pengelola pasar, dan pembeli yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria yang relevan. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dan informasi meliputi: observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Selanjutnya, proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan adalah proses yang dilalui untuk menganalisis data. Adapun hasil analisis memperlihatkan bahwa pasca-kebakaran Pasar Horas, perubahan lingkungan fisik dan sosial di tempat berdagang membentuk ruang krisis. Kondisi ini menimbulkan perubahan dalam aktivitas ekonomi dan cara pedagang berinteraksi satu sama lain. Ini juga menyebabkan berbagai masalah adaptasi, seperti keterbatasan ruang berjualan, kurangnya keamanan dan kenyamanan, ketidakstabilan pendapatan, dan peningkatan persaingan antar pedagang karena kepadatan ruang. Perubahan ini memengaruhi bagaimana pedagang menyesuaikan diri dan mempertahankan bisnis mereka dalam situasi pascarelokasi. Hasil menunjukkan bahwa relokasi yang disebabkan oleh bencana membawa perubahan sosial dan material dalam kehidupan pedagang pasar.</p>2026-03-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1494Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Pasien Kanker Payudara Dalam Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 20252026-03-10T21:39:58+07:00Juniarti Sihitejuniartibrsihite@gmail.comRusmauli Lumban Gaolrusmauli.gaol@gmail.com<p>Kanker payudara merupakan salah satu tipe kanker yang paling umum dialami oleh wanita. Salain itu, ini menjadi penyebab tertinggi kematian akibat kanker paru-paru. Kanker payudara, atau dikenal sebagai Carcinoma Mammae, merupakan neoplasma berbahaya yang tumbuh di dalam jaringan payudara dan memiliki potensi untuk menyebar ke bagian tubuh lainnya. Maka dari itu, kanker menjadi salah satu masalah kesehatan dengan dampak kematian terbanyak di dunia. Pada pasien yang menderita kanker harus menjalani salah satu pengobatannya yaitu terapi kemoterapi, yang dimana kemoterapi ini merupakan salah satu metode pengobatan yang menggunakan bahan kimia yang sangat kuat untuk menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker dala tubuh, kemoterapi juga sering menimbulkan kecemasan bagi pasien yang menjalaninya. Tujuan Untuk mengetahui Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Pasien Kanker Payudara Dalam Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan populasi sebanyak 130 orang. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner kecemasan HARS. Sebanyak 57 sampel. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara dalam menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025 sebanyak 33 responden (57,9%) termasuk dalam kategori kecemasan sedang, 19 responden (33,3%) termasuk dalam kategori kecemasan ringan dan 5 responden (8,8%) termasuk dalam kategori kecemasan berat. Kesimpulan Harapan peneliti kepada pasien yang menjalani tindakan kemoterapi agar mengurangi tingkat kecemasannya yaitu Solusi yang dapat diterapkan untuk menurunkan kecemasan pada individu yang menderita kanker payudara yang sedang mendapatkan perawatan kemoterapi adalah latihan pernapasan. Latihan pernapasan ini sangat mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan latihan pernapasan sering kali menjadi intervensi untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan.</p>2026-03-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1498The Influence of The Principal's Managerial Ability and Teacher Work Culture on Teacher Performance State Vocational Schools2026-03-11T21:30:27+07:00Melati Raya Pasaribumelatypasaribu83@gmail.comAndar G. Pasaribuandargunawanpsaribu@gmail.comBetty A.S. Pakpahanpakpahanbas@gmail.com<p>This study aims to determine the number and analyze the influence 1) the principal's managerial ability on the performance of state vocational high school teachers in Doloksanggul District; 2) the teacher work culture on the performance of state vocational high school teachers in Doloksanggul District; and 3) the principal's managerial ability and teacher work culture on the performance of state vocational high school teachers in Doloksanggul District. This study used a quantitative method with an ex post facto or survey type. The population was all 158 teachers in state vocational high schools in Doloksanggul District. Using the Slovin formula with a 5% margin of error, a sample of 115 teachers was taken. Data were collected using a closed questionnaire consisting of 25 statement items for variable X1 (Principal's Managerial Ability) and 30 statement items for variable X2 (Teacher Work Culture) and 35 statement items to measure variable Y (Teacher Performance), resulting in a total of 90 statement items. Before being used on actual respondents, the instrument was first tested on 30 teachers at SMK Negeri 1 Lintong Nihuta outside the sample. The results of the instrument trial showed that all questionnaire items were valid and reliable. The data analysis technique was carried out using descriptive analysis, variable categorization and parametric statistical analysis with simple and multiple linear regression equation tests, coefficient of determination tests. The results of the data analysis showed that: 1) The Principal's Managerial Ability had a positive and significant effect on Teacher Performance in 2026 of 32.3% and a strong correlation value of 0.568 with the regression equation Y = 69.752 + 0.699X1 and the significant value of the t-test was 0.001 <α = 0.05, and tcount = 7.337> ttable (n-2 = 113) = 1,980. 2) Teacher Work Culture has a positive and significant effect on Teacher Performance in 2026 of 36% and a strong correlation value of 0.601 with the regression equation Y = 73.761 + 0.536X2 and the significant value of the t-test is 0.001 <α = 0.05, and tcount = 7.990> ttable (n-2 = 113) = 1.980 and 3) Principal Managerial Ability and Teacher Work Culture have a positive and significant effect on Teacher Performance together in 2026 of 50% and a strong correlation value of 0.707 with the regression equation Y = 42.330 + 0.493X1 + 0.404X2 and the significant value of the F-test is 0.001 <α = 0.05, and Fcount = 7.337> Ftable (k-1, nk; 2113) = 3.08. Thus, it is concluded that the research hypothesis is accepted.</p>2026-03-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1492Pengaruh Kepemimpinan Transformal, Motivasi, Perilaku Carring Perawat Terhadap Peningkatan Pelaksanaan Budaya Keselamatan Pasien Di Rawat Inap Rumah Sakit Islam Bogor2026-03-13T18:50:18+07:00Meilina Indrawatimeilinaindrawati0474@gmail.comRatnawati Prayogiratnawatiprayogi@gmail.comJones Zenas Rantezenas2025@gmail.com<p>Budaya keselamatan pasien merupakan salah satu indikator penting dari mutu pelayanan Rumah Sakit. Kepemimpinan transformasional, motivasi, dan perilaku caring perawat diduga sangat berperan dalam meningkatkan pelaksanaan budaya keselamatan pasien.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Responden adalah perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Bogor yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan regresi berganda untuk menguji atau mengetahui seberapa besar pengaruh parsial maupun simultan.Secara parsial, kepemimpinan transformasional, motivasi, dan perilaku caring tidak berpengaruh signifikan terhadap budaya keselamatan pasien. Namun, secara simultan ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pelaksanaan budaya keselamatan pasien. Hasil ini menunjukkan bahwa budaya keselamatan pasien lebih dipengaruhi oleh sinergi antar faktor kepemimpinan, motivasi, dan perilaku caring dibandingkan pengaruh masing-masing faktor secara terpisahPenguatan budaya keselamatan pasien di rumah sakit perlu dilakukan secara komprehensif dengan memperkuat kepemimpinan transformasional, meningkatkan motivasi , serta mengembangkan perilaku caring perawat sebagai strategi terpadu.</p>2026-03-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1505Cultural Adjustment In Indonesian Text’ Translation “Toba Batak Traditional Ceremony” Into English2026-03-15T04:10:20+07:00Kresna Ningsih Manikkresnaningsihmanik@unprimdn.ac.idBerlin Sibaraniberlin.sibarani@unimed.ac.id<p>Cultural adjustments are essential in the translation process, particularly when translating from Indonesian to English, due to the unique cultural nuances, customs, and expressions inherent in each language. Without careful consideration, these elements can easily be lost in translation. One major challenge is the cultural differences between Indonesian and English. Another challenge is the distinction between formal and informal language usage in both languages. To address these challenges, translators need a profound understanding of both the source and target languages and cultures. They must be well-versed in the cultural norms, customs, and expressions of both languages and adapt them appropriately in their translations. This study examines the translation techniques used to achieve cultural adjustments when translating Indonesian texts into English and how these adjustments are realized by the translator. A qualitative approach is employed, specifically descriptive research, aiming to provide a detailed description of existing translations. The data source for this research is the translation work of an English lecturer at the University Prima Indonesia. The translation techniques identified include adaptation, adoption uptake, common/established equivalence, discursive creation, compensation, and variation. The findings indicate that adoption uptake is the predominant technique used by the translator to achieve cultural adjustments from Indonesian to English.</p>2026-03-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1510The Effectiveness of The Addie Learning Model With the Assistance of Flat Shape Miniature Media on The Mathematics Learning Achievement of Grade V Students2026-03-17T09:33:00+07:00Felix Welufelixwelu01@gmail.com<p>The development of science and technology that is not matched by the facilities, infrastructure and skills of teachers in teaching school mathematics achievement resulted in the fifth grade students from year to year. Although this has been done to improve this problem, it has not been able to overcome it. So do other solutions by using the ADDIE model of media-assisted miniature flat wake. The problem is, is there a difference in learning achievement using the ADDIE model of media-assisted miniature flat wake with school performance using the conventional model? The study design was a pretest-posttest control group design. The instruments used are achievement tests and observation sheets student learning activities. The data analysis technique used in this study was a preliminary analysis using normality test and test for equality of two averages and final analysis using normality test and t-test. The result is that the initial analysis of both normal samples and the average are the same. While the final analysis both normal samples t-test and expressed taccount = 4.036> = 2.025 ttable so no difference in average mathematics achievement who received instruction using the ADDIE model of media-assisted miniature flat wake with the conventional model.</p>2026-03-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1522Mangulosi Sebagai Simbolisme Keagamaan, Integrasi Sosial, Dan Konstruksi Identitas Kolektif Dalam Masyarakat Batak Toba Dan Pakpak Di Kecamatan Siempat Nempu Hulu2026-03-31T18:52:50+07:00Swiamanto Sihombingswiamanto.sihombing@gmail.comHarisan Boni Firmandoboni.harisan@iakntarutung.ac.idTio R J Nadeaktionadeak2728@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik, fungsi sosial, serta konstruksi identitas kolektif yang terdapat dalam tradisi mangulosi pada masyarakat Batak Toba dan tradisi pemberian oles pada masyarakat Pakpak dalam upacara pernikahan adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, yang merupakan wilayah dengan masyarakat yang didominasi oleh etnis Batak Toba dan Pakpak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat yang memahami tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mangulosi dan pemberian oles memiliki makna sebagai simbol doa, berkat, kasih, serta penerimaan sosial kepada pasangan pengantin. Selain itu, tradisi tersebut juga berfungsi sebagai sarana memperkuat hubungan kekerabatan dan solidaritas sosial dalam masyarakat. Tradisi ini juga menjadi sarana pembentukan identitas kolektif masyarakat Batak yang memadukan nilai adat, sosial, dan religius dalam kehidupan sehari-hari.</p>2026-04-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1520Samatha Bhāvanā sebagai Praktik Meditatif untuk Meningkatkan Kesadaran dalam Kehidupan Sehari-hari2026-03-31T19:08:47+07:00 Tonny Wijono23031501326@nalanda.ac.idLauw Aceplauwacep@nalanda.ac.idEdi Priyonoedipriyono@nalanda.ac.id<p>Kehidupan modern yang serba cepat sering membuat individu berjalan dalam “mode otomatis” sehingga pikiran dan perasaan batin kurang disadari. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana praktik meditasi Samatha Bhāvanā dapat meningkatkan mindfulness dalam kehidupan sehari-hari pada umat Buddha perkotaan di Surabaya serta keterkaitannya dengan nilai budaya lokal. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan 12 praktisi yang telah berlatih Samatha minimal satu tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan catatan harian pribadi, kemudian dianalisis secara tematik dengan dukungan statistik deskriptif sederhana. Analisis menghasilkan lima tema utama: peningkatan konsentrasi, pengendalian emosi yang lebih baik, kesadaran dalam aktivitas harian, reduksi distraksi mental, dan penguatan empati sosial. Secara kuantitatif, latihan rutin berkaitan dengan penurunan mind-wandering dari 42% menjadi 19% serta peningkatan skor mindfulness harian sebesar 29%. Temuan ini menunjukkan bahwa Samatha Bhāvanā bukan hanya praktik spiritual, tetapi juga keterampilan hidup yang berakar pada budaya lokal dan relevan untuk membantu individu menghadapi tantangan modern.</p>2026-04-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1525Pengaruh Model Problem Solving Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Pelajaran IPAS 2026-04-02T16:22:03+07:00Nico Thomas Sitohangnicothomas45@gmail.comEmelda Thesalonikaemeldathesalonika@gmail.comAprido Bernando Simamoraaprido.simamora@uhnp.ac.id<p>This study aims to determine the effect of the Problem Solving model on the learning outcomes of Year 5 pupils at SD Negeri 091567 BAH JAMBI. The study was conducted in Year 5 at SD Negeri 091567 BAH JAMBI with a sample of 20 pupils, comprising 11 girls and 9 boys. Based on the results of the tests and data analysis carried out, calculations using the t-test yielded a t-value of 24.508, which was then compared with the critical t-value of 1.725, with df=39 and a significance level of 0.05. The difference is considered significant if ????ℎi???????????????? > ????????????????????????. If ????ℎi???????????????? > ????????????????????????, then ???????? is rejected and ???????? is accepted, and if ????ℎi???????????????? < ???????????????????????? then ???????? is accepted and ???????? is rejected. Based on the data obtained from the pre-test, the pupils achieved an average score of 56.20, which did not meet the minimum passing mark of 70; however, after being taught using the Problem Solving model, they achieved a post-test score of 85.60. This indicates that the Problem Solving model has an impact on the learning outcomes of Year 5 pupils at State Primary School 091567 BAH JAMBI.</p>2026-04-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1509Political Communication and Digital Diplomacy Through Narrative Strategy in The Issue of Tariff Wars: Framing Analysis of Social Media Posts the Governments of America, China and Germany2026-04-07T22:15:18+07:00Inadia Aristyavaninadivani@gmail.comEdi Nurwahyu Juliantoedi@usm.ac.idSuci Rahmah YFsucirahmahyusra@gmail.comMira Natalia Pellumiranataliapellu@gmail.comPrasetya Yoga Santosoprasetya.yoga@gmail.com<p>This study aims to analyze the narrative strategies used by the United States, China, and Germany in addressing the tariff war, focusing on the concepts of political communication, narrative strategy, and soft power. Political communication functions as a tool to shape public perception through the messages conveyed by political actors. Narrative strategy is used to frame the issue of the tariff war according to each country's political interests, while soft power relates to efforts to influence other countries through attraction and legitimacy rather than military power. The study employs a framing analysis method with purposive sampling, analyzing social media posts from four Twitter accounts representing the United States (President, VP), China (Ministry of Foreign Affairs), and Germany (Ministry of Foreign Affairs) during the period from April 3 to 10, 2025. The results show that the United States (U.S) frames the tariff war as a response to domestic economic issues, emphasizing economic independence and nationalism. Meanwhile, China frames the U.S. tariff policy as a violation of the multilateral trade system based on rules, focusing on resisting unilateralism. On the other hand, Germany emphasizes diplomacy and negotiation as a more rational and balanced solution. These differences in framing reflect the national interests and narrative strategies employed by each country to influence global public opinion through soft power. This study provides insights into how narrative strategies and framing can shape international public perception and influence global trade policies.</p>2026-04-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosialhttps://putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/view/1508Post Truth Society dan Literasi Digital: Analisis Peran Mafindo Dalam Melawan Hoaks, Diisinformasi dan Misinformasi di Indonesia2026-04-07T22:34:29+07:00Edi Nurwahyu Juliantoedi@usm.ac.idInadia Aristyavannadivani@gmail.comMira Natalia Pellumiranataliapellu@gmail.comSuci Rahmah YFsucirahmahyusra@gmail.comBagus Sudarmantobagus.sudarmanto@iisip.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) dalam upaya melawan hoaks, disinformasi, dan misinformasi di era post-truth di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif dan metode analisis konten, penelitian ini mengkaji 10 konten Instagram Mafindo (@turnbackhoax.id). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mafindo mengintegrasikan social media Logic (programmability, popularity, connectivity, dan datafication) dengan Literasi Kritis Digital untuk usaha membongkar narasi hoaks, meningkatkan kesadaran publik, dan mempromosikan verifikasi fakta berbasis bukti. Meski telah memenuhi prinsip logika media sosial, posting Mafindo masih mempunyai tingkat keterlibatan yang rendah. Posting kurang menarik perhatian dan interaksi dari pengguna. Tantangan utama dalam melawan disinformasi tidak hanya terletak pada ketersediaan informasi yang benar, tetapi juga pada kemampuan menyajikannya secara menarik dan relevan dalam lanskap media sosial yang sangat kompetitif. Penelitian ini menemukan bahwa fakta kebenaran yang di bagikan oleh Mafindo masih kurang dapat bersaing secara efektif untuk memperoleh keterlibatan khalayak di ruang publik digital.</p>2026-04-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial