Implementasi Pembelajaran Konstruktivisme Untuk Mengembangkan Kemampuan Sosial Emosional Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.58540/jspaud.v2i2.1935Keywords:
Konstruktivisme, Sosial Emosional, Anak Usia Dini, Pembelajaran Kontekstual, Playgroup.Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran konstruktivisme dalam mengembangkan kemampuan sosial emosional anak usia dini di RA Ar Ridho Kids Pekanbaru. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus digunakan pada 10 anak kelompok B usia 5–6 tahun, dengan data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruktivisme meningkatkan kerja sama melalui koordinasi peran, empati melalui kepedulian terhadap teman sebaya, regulasi emosi melalui kemampuan menunggu giliran, kepercayaan diri melalui keberanian menampilkan karya, serta tanggung jawab melalui kesungguhan menjaga hasil proyek. Temuan ini mendukung teori Vygotsky tentang Zone of Proximal Development dan scaffolding, serta prinsip konstruktivisme yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman nyata dan kolaborasi. Hambatan yang ditemukan berupa keterbatasan waktu dan perbedaan tahap perkembangan anak, namun dapat diatasi dengan adaptasi guru dalam memberikan scaffolding sesuai kebutuhan individu. Novelty penelitian ini menegaskan bahwa konstruktivisme bukan sekadar strategi implementasi, melainkan mekanisme pembentukan karakter sosial emosional anak usia dini, dengan implikasi perlunya guru menempatkan peran sebagai fasilitator agar keterampilan sosial emosional berkembang optimal.





