Budaya Persepsi "Matematika Sulit" dan Hubungannya Dengan Stigma Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika
DOI:
https://doi.org/10.58540/pijar.v4i3.2079Keywords:
Budaya Persepsi, Matematika Sulit, Stigma Belajar, Kecemasan Matematika.Abstract
Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam bagaimana stigma "matematika sulit" terbentuk, dipertahankan, dan memengaruhi perilaku belajar siswa, beserta dampaknya pada 9 siswa aktif SMK Al Jihad. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur berpedoman pada instrumen wawancara (interview guide) yang dilengkapi catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil analisis menunjukkan bahwa stigma ini bersumber dari tiga lapisan yang saling berinteraksi: historis-psikologis (trauma konsep abstrak sejak SD/SMP), sosial-budaya (pengaruh negatif teman sebaya), dan pedagogis-institusional (pembelajaran tanpa pemahaman konsep). Dampaknya memicu kecemasan matematis, motivasi rendah, dan penurunan self-efficacy. Sebagai solusi, siswa mengharapkan pembelajaran berbasis konsep, suasana yang menyenangkan, dan penilaian lewat proyek kelompok.




