Budaya Persepsi "Matematika Sulit" dan Hubungannya Dengan Stigma Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika

Authors

  • Fibra Dio Kusuma Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
  • Rudiansyah Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
  • Muhammad Reza Pahlevi Lipa Lebu Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
  • Novi Marliani Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58540/pijar.v4i3.2079

Keywords:

Budaya Persepsi, Matematika Sulit, Stigma Belajar, Kecemasan Matematika.

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam bagaimana stigma "matematika sulit" terbentuk, dipertahankan, dan memengaruhi perilaku belajar siswa, beserta dampaknya pada 9 siswa aktif SMK Al Jihad. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur berpedoman pada instrumen wawancara (interview guide) yang dilengkapi catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil analisis menunjukkan bahwa stigma ini bersumber dari tiga lapisan yang saling berinteraksi: historis-psikologis (trauma konsep abstrak sejak SD/SMP), sosial-budaya (pengaruh negatif teman sebaya), dan pedagogis-institusional (pembelajaran tanpa pemahaman konsep). Dampaknya memicu kecemasan matematis, motivasi rendah, dan penurunan self-efficacy. Sebagai solusi, siswa mengharapkan pembelajaran berbasis konsep, suasana yang menyenangkan, dan penilaian lewat proyek kelompok.

Downloads

Published

11-07-2025

How to Cite

Fibra Dio Kusuma, Rudiansyah, Muhammad Reza Pahlevi Lipa Lebu, & Novi Marliani. (2025). Budaya Persepsi "Matematika Sulit" dan Hubungannya Dengan Stigma Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika. PIJAR: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran , 4(3), 1136–1149. https://doi.org/10.58540/pijar.v4i3.2079

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.