Persepsi Guru terhadap Penerapan Kepemimpinan Pendidikan Multi-Gaya oleh Kepala Sekolah: Efektifitas, Implikasi dan Rekomendasi Strategi
DOI:
https://doi.org/10.58540/pijar.v3i3.2445Abstract
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi guru terhadap kepemimpinan pendidikan multi gaya, meliputi praktik penerapan kepemimpinan multi gaya/interseksi di sekolah, efektivitas implementasinya, implikasi terhadap perilaku guru dan tenaga kependidikan, serta rekomendasi strategi penerapan kepemimpinan multi gaya. Selain itu, penelitian ini menelaah konsep kepemimpinan multi gaya berdasarkan tinjauan literatur. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui survei persepsi guru terhadap penerapan kepemimpinan multi gaya menggunakan pertanyaan terbuka (open-ended questions) dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa pascasarjana Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Palu yang berprofesi sebagai guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (83%) mendukung penerapan kepemimpinan multi gaya, sedangkan 17% bersikap netral terhadap praktik tersebut. Kajian literatur mengungkapkan bahwa model kepemimpinan terintegrasi atau hibrida semakin dibutuhkan untuk menghadapi kompleksitas dan dinamika pendidikan modern. Pemimpin yang mampu menerapkan berbagai gaya kepemimpinan secara fleksibel dinilai lebih siap membangun sekolah yang tangguh, inklusif, dan berkinerja tinggi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model kepemimpinan terintegrasi yang adaptif terhadap konteks dan tantangan pendidikan yang beragam.




