Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Risiko Tinggi melalui Asuhan Kebidanan Komunitas Berbasis Keluarga
DOI:
https://doi.org/10.58540/sambarapkm.v4i2.1539Abstract
Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi permasalahan kesehatan global dan nasional yang dipengaruhi oleh tingginya kejadian kehamilan risiko tinggi serta rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan dan pentingnya antenatal care (ANC). Upaya promotif dan preventif melalui pendekatan berbasis keluarga diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku kesehatan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi melalui asuhan kebidanan komunitas berbasis keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian, analisis data, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Ny. S (39 tahun) dengan usia kehamilan 22 minggu (G5P4A0) di Dusun Bererong, Desa Nyerot. Intervensi dilakukan melalui kunjungan rumah (home visit) berupa edukasi, konseling, dan pelibatan keluarga menggunakan media leaflet dan buku KIA. Setelah dilakukan intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan ibu mengenai kehamilan risiko tinggi, pentingnya ANC, serta tanda bahaya kehamilan. Ibu mampu menjelaskan kembali materi yang diberikan dan menunjukkan komitmen melakukan kunjungan ANC secara rutin. Keluarga, khususnya suami, juga menunjukkan keterlibatan aktif dalam mendukung kesehatan ibu selama kehamilan. Asuhan kebidanan komunitas berbasis keluarga efektif meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu dalam menghadapi kehamilan risiko tinggi. Kebaruan kegiatan ini terletak pada penerapan pendekatan asuhan kebidanan komunitas berbasis keluarga melalui home visit terstruktur dengan pelibatan aktif keluarga sebagai strategi peningkatan deteksi dini risiko kehamilan. Tindak lanjut diperlukan melalui peningkatan frekuensi ANC dan penguatan peran keluarga dalam pemantauan kehamilan.






