Pemberdayaan Keluarga Melalui Edukasi Gizi Pada Ibu Hamil Dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Di Wilayah Ubung
DOI:
https://doi.org/10.58540/sambarapkm.v4i2.1540Keywords:
KEK, Ibu Hamil, Pengabdian Masyarakat, Edukasi Gizi, Pemberdayaan KeluargaAbstract
Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada peningkatan risiko komplikasi kehamilan, termasuk berat badan lahir rendah, stunting, dan persalinan prematur. KEK ditandai dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) <23,5 cm yang mencerminkan kondisi defisit energi dan protein jangka panjang pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu hamil dalam pencegahan dan penanganan KEK melalui edukasi gizi dan pemberdayaan keluarga. Metode yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan asuhan kebidanan komunitas yang meliputi tahapan pengkajian, identifikasi masalah, perencanaan dan pelaksanaan intervensi, serta evaluasi. Subjek kegiatan adalah Ny. E usia 42 tahun dengan usia kehamilan 25 minggu yang mengalami KEK di wilayah Ubung. Intervensi yang diberikan berupa edukasi gizi seimbang, peningkatan frekuensi makan, konsumsi tablet Fe secara teratur, pemantauan kehamilan, serta pelibatan keluarga dalam mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu mengenai KEK, perubahan perilaku berupa kesediaan meningkatkan asupan makanan, serta meningkatnya dukungan keluarga dalam pemenuhan nutrisi selama kehamilan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi gizi dan pemberdayaan keluarga dalam asuhan kebidanan komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran serta perilaku ibu hamil dalam pencegahan KEK sehingga berpotensi menurunkan risiko komplikasi pada ibu dan janin.






