Membangun Etika Digital Siswa MI/SD: Sinergi Pendidikan Karakter dan Literasi Teknologi Pada Pendidikan Dasar
DOI:
https://doi.org/10.58540/jurpendis.v3i3.2301Keywords:
Etika Digital, Pendidikan Karakter, Literasi Teknologi, Pelajar, Kewargaan Digital.Abstract
Perkembangan teknologi digital memberi siswa Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) akses luas terhadap informasi, komunikasi, pembelajaran, dan ruang kreativitas. Namun, kecakapan mengoperasikan gawai belum selalu diimbangi oleh kemampuan menilai dampak tindakan di ruang digital. Kajian ini bertujuan menganalisis permasalahan etika digital pada siswa pendidikan dasar, menjelaskan sinergi pendidikan karakter dan literasi teknologi, serta merumuskan strategi penerapannya di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan kajian literatur sistematis (systematic literature review) yang mengacu pada panduan PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Google Scholar, ResearchGate, dan ERIC untuk artikel terindeks rentang tahun 2018–2026 menggunakan kata kunci “etika digital”, “literasi digital SD/MI”, “pendidikan karakter anak usia sekolah dasar”, dan “kewargaan digital”. Dari 115 artikel awal yang ditemukan, sebanyak 22 artikel berkualitas tinggi memenuhi kriteria inklusi dan diestraksi ke dalam matriks analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika digital pada anak SD/MI terbentuk melalui keterpaduan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, empati, kesantunan, dan pengendalian diri yang diintegrasikan dengan kompetensi mengevaluasi informasi dasar, menjaga privasi, memahami jejak digital, berkomunikasi secara etis, dan menghasilkan konten positif. Pembentukannya memerlukan pembelajaran berbasis kasus kontekstual anak, pembiasaan, keteladanan, aturan kelas yang mendidik, serta sinergi erat antara sekolah dasar, keluarga, dan komunitas. Implikasi praktis kajian ini memberikan panduan konseptual bagi pendidik SD/MI dalam merancang kurikulum kewargaan digital berbasis karakter.
References
Asyiyah, M. F., Hakim, L., & Hera, T. (2022). Analisis kolaborasi orang tua dan guru dalam menanamkan karakter peduli sosial di era digital. Jurnal Sekolah, 6(4), 107–110. https://doi.org/10.24114/js.v6i4.39120
Kurnia, N., & Astuti, S. I. (2017). Peta gerakan literasi digital di Indonesia: Studi tentang pelaku, ragam kegiatan, kelompok sasaran, dan mitra. Informasi, 47(2), 149–166. https://doi.org/10.21831/informasi.v47i2.16079
Lickona, T. (2013). Character matters: Persoalan karakter, bagaimana membantu anak mengembangkan penilaian yang baik, integritas, dan kebajikan penting lainnya. Bumi Aksara.
Muannas, M., & Mansyur, M. (2020). Model literasi digital untuk melawan ujaran kebencian di media sosial. Jurnal IPTEKKOM, 22(2), 125–142. https://doi.org/10.17933/iptekkom.22.2.2020.125-142
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
Ribble, M. (2015). Digital citizenship in schools: Nine elements all students should know (3rd ed.). International Society for Technology in Education.
Saksana, J. C. (2023). Komunikasi pendidikan. CV HEI Publishing Indonesia.
Saksana, J. C. (2024). Evaluasi pendidikan. CV HEI Publishing Indonesia.
Silvana, H., & Darmawan, C. (2018). Pendidikan literasi digital di kalangan usia muda di Kota Bandung. Pedagogia, 16(2), 146–156. https://doi.org/10.17509/pedagogia.v16i2.11355
UNESCO. (2024). Global citizenship education in a digital age: Teacher guidelines. UNESCO Publishing.
Zaenudin, H. N., Affandi, A. F. M., Priandono, T. E., & Haryanegara, M. E. A. (2020). Tingkat literasi digital siswa SMP di Kota Sukabumi. Jurnal Penelitian Komunikasi, 23(2), 121–134. https://doi.org/10.20422/jpk.v23i2.712
Zubaedi. (2011). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan. Kencana.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Dasar Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




