Bentuk dan Makna Reduplikasi Dalam Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Karya Brian Khrisna: Kajian Morfologis
DOI:
https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i4.2207Keywords:
Makna gramatikal Morfologi Novel Pembentukan kata ReduplikasiAbstract
Kajian reduplikasi dalam novel berbahasa Indonesia umumnya berhenti pada inventarisasi bentuk dan makna kata ulang, sedangkan hubungan antara kategori bentuk, kategori makna, dan fungsinya dalam konteks naratif novel kontemporer belum banyak dijelaskan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan makna reduplikasi serta menjelaskan hubungan keduanya dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat. Data penelitian berupa 389 kata ulang yang dihimpun dari 208 halaman novel. Data diklasifikasikan berdasarkan kerangka morfologi Ramlan, yaitu empat bentuk reduplikasi dan enam makna gramatikal, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengulangan seluruh merupakan bentuk yang paling dominan (231 data; 59,4%), diikuti pengulangan yang berkombinasi dengan pembubuhan afiks (105 data; 27,0%), pengulangan sebagian (35 data; 9,0%), dan pengulangan dengan perubahan fonem (18 data; 4,6%). Dari 303 data yang mengandung makna gramatikal, makna menyatakan banyak paling dominan (133 data; 43,9%), diikuti makna menyatakan intensitas (80 data; 26,4%). Analisis juga menunjukkan bahwa hubungan bentuk dan makna reduplikasi tidak bersifat satu lawan satu: satu bentuk dapat menghasilkan makna yang berbeda bergantung pada kelas kata bentuk dasar dan konteks kalimat. Penelitian ini berkontribusi dengan memetakan hubungan bentuk dan makna reduplikasi beserta perannya dalam narasi novel populer kontemporer, sekaligus menyediakan data pembanding bagi kajian morfologi bahasa Indonesia dalam karya sastra





